Selasa, 09 Oktober 2012

Ini Ciri Khas Orang yang Mudah dan yang Susah Dihipnotis

Acara-acara TV sempat ramai menyuguhkan tayangan mengenai sulap dan hipnotis. Bahkan ada salah satu program yang mempertontonkan bagaimana kelakuan lucu orang-orang yang berhasil dihipnotis di depan umum.

Hipnotis juga acapkali digunakan sebagai salah satu metode penipuan yang cukup marak. Sebenarnya adakah cara menolak hipnotis?



Para ilmuwan di Stanford University di Amerika Serikat telah menemukan bahwa orang-orang yang rentan dihipnotis adalah orang yang mudah memutuskan sesuatu dan memiliki kemampuan memperhatikan yang baik. Namun orang yang memiliki kebiasaan tetap dan cepat membuat penilaian cenderung susah dihipnotis.

Hipnotis digambarkan sebagai kondisi trans dengan kemampuan berfokus dan konsentrasi yang tinggi. Metode ini banyak digunakan untuk membantu mengatasi rasa sakit, kecemasan dan fobia. Hipnotis juga sering digunakan untuk mengurangi kondisi akibat stres.

Sebanyak seperempat orang dari populasi ternyata tidak bisa dihipnotis. Untuk mencari tahu sebabnya, Dr David Spiegel mengamati 12 orang yang rentan dihipnotis dan 12 orang yang relatif kebal.

Ia melihat aktivitas pada 3 jaringan otak yang berbeda, yaitu jaringan default-mode yang digunakan ketika otak sedang santai, jaringan executive-control yang terlibat dalam pengambilan keputusan dan jaringan salience yang penting untuk memprioritaskan sesuatu.

Dalam laporan yang dimuat jurnal Archives of General Psychiatry, Dr Spiegel bersama timnya tidak menemukan adanya perbedaan antara struktur otak dari kedua kelompok.

Tetapi ketika melihat otak peserta saat istirahat, otak orang-orang yang mudah terhipnotis menunjukkan aktifitas yang berbeda. Pada orang-orang ini, daerah otak yang paling aktif saat istirahat adalah daerah yang memutuskan untuk berfokus pada suatu hal.

Saat istirahat, kedua kelompok memiliki jaringan default mode yang aktif. Tetapi pada orang yang mudah dihipnotis, jaringan pengambilan keputusan dan jaringan yang memprioritaskan sesuatu terlihat lebih aktif.

Daerah otak yang terlibat untuk memfokuskan perhatian juga ikut aktif. Sedangkan pada orang yang sulit dihipnotis, hubungan antara dua jaringan tersebut amat lemah.

"Orang yang sangat mudah dihipnotis adalah orang yang dapat sebegitu dalam memikirkan suatu hal tanpa terganggu perhatiannya oleh pikiran lain. Mereka bisa memanfaatkan pikirannya untuk membayangkan sesuatu mengenai dirinya sendiri," kata Dr Spiegel seperti dilansir Los Angeles Times.

Menurut Dr Spiegel, dalam kehidupan sehari-hari, orang yang amat mudah dihipnotis bisa dibedakan dari orang yang kurang dapat dihipnotis. Mereka mudah teralihkan oleh hal-hal yang menarik bagi dirinya sendiri dan cenderung terlambat menepati jadwal atau janji karena sering lupa waktu.

Sebaliknya, orang yang kebal terhadap hipnotis cenderung mudah menilai orang lain, menepati kebiasaannya dan kurang mempercayai orang lain.

Dr Spiegal mengatakan bahwa ia hampir menemukan ciri khas otak yang dapat digunakan untuk menentukan siapakah yang bisa dan yang tidak bisa dihipnotis

Kamis, 04 Oktober 2012

Fakta-Fakta Lucu Tentang Pocong



Hampir sebagian orang di Indonesia tahu apa itu pocong, pocong adalah makanan hantu yang paling populer di kalangan dunia hantu indonesia, kalo di dunia entertainment, pocong itu diibaratkan seoranghantu diva. Saking TOPnya, mereka dibuatkan film dan pernak-pernik. Nah... berikut Fakta Sesungguhnya seputar Hantu Pocong. Ok! lets check this out....
Pocong itu imut karena satu-satunya hantu yang pake simpul dikepalanya, kayak permen aja!
Pocong nggak bisa ngupil karena idungnya disumpel kapas, dan tangannya diiket
Pocong benci sama hujan dan becek, karena pocong bisa terpeleset
Pocong pemanjat yang baik, bisa lompat keatas genteng dalam ½ detik. Apalagi kalo ada pak haji lewat.
Kalo mau pup (buang air besar) pocong amat sangat ribet
Pocong juga takut ama wajahnya sendiri (asosial)
Pocong nggak bisa suit dan nggak bakal menang suit
Pocong selalu dipasangkan dengan kuntilanak, karena tangannya diiket.
Pocong pake sendal apa sepatu ya…….????
Ada banyak pocong, tapi setiap pocong akan menengok jika dipanggil, “Cong!” dan bisa Membuat kerancuan jika ada di dekat bencong.
Pocong suka lupa kalau mereka sudah bukan manusia, sehingga mereka suka berada dekat manusia. Akibatnya ya bikin kaget manusia.
Pocong termasuk sebangsa amfibi, bisa hidup di dua alam.
Pocong termasuk mahluk herbivora, hanya memakan berbagai rupa bunga-bungaan dan getah bernama kemenyan.
Nama latin pocong adalah Homo Gentayanganus
Hantu yang paling terkenal di Twitter adalah @poconggg
Pocong bisa membuat sebuah Taksi, memiliki akselerasi 120 km/jam dalam waktu 5 detik
Tali pocong perawan/perjaka bisa membuat orang jatuh cinta
Pocong bisa digunakan sebagai pengganti guling, untuk menemani malam-malammu yang dingin.
Pocong bisa sapu bersih piala balap karung, 17an agustus di semua RT/RW seantero ibukota
Pocong bisa membubarkan 1 kompi tentara, hanya dengan mengucapkan.. “Haii..”
Pocong betisnya juga jadi kekar gara2 lompat terus
Saat di supermarket pocong kebingungan ngedorong trolley.
Pocong nggak bisa ikut Indonesian Idol, karena megang mic aja gak bisa.
Setan cuma keluar malam hari, itu biasanya gara-gara malu sama mukanya sendiri.
Film paling horor buat pocong adalah ayat-ayat cinta.
Pocong adalah pihak yang paling dirugikan dalam dunia perfilman indonesia, karena dia gak dapetin fee royalti setiap film yang memunculkan pocong

Promo Lesbi, Hina Nabi, Lecehkan Al-Qur’an


Sebagian pegiat legalisasi homoseksual dan lesbianisme, tampaknya menjadikan Nabi Luth a.s. sebagai sasaran kebencian dan umpatan mereka. Al-Quran memang menggambarkan perjuangan Nabi Luth a.s. yang begitu berat dalam menghadapi kemunkaran yang dikerjakan kaumnya, sehingga Nabi Luth diusir dari kampungnya.
Al-Quran menggambarkan perjuangan Nabi Luth sebagai berikut: “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya:
“Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS Al-A’raf:80-84).
Di dalam Surat Hud ayat 82 dikisahkan: “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah-tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.”
Kerusakan perilaku seksual kaum Luth ini juga ditegaskan oleh Rasulullah saw:
“Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan menimpa umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, Ibn Majah).
Dalam Tafsir Al-Azhar, Prof. Hamka menjelaskan, bagaimana sangat merusaknya penyakit ’kaum Luth’, sehingga mereka diazab dengan sangat keras oleh Allah SWT. Hamka sampai menyebut bahwa perilaku seksual antar sesama jenis ini lebih rendah martabatnya dibandingkan binatang.
Binatang saja, kata Hamka, masih tahu mana lawan jenisnya. Hamka mengutip sebuah hadits Rasulullah saw.: “… dan apabila telah banyak kejadian laki-laki ’mendatangi’ laki-laki, maka Allah akan mencabut tangan-Nya dari makhluk, sehingga Allah tidak mempedulikan di lembah mana mereka akan binasa.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, dan at-Tabhrani).
Hamka menulis dalam Tafsirnya tentang pasangan homoseksual yang tertangkap tangan: “Sahabat-sahabat Rasulullah saw. yang diminta pertimbangannya oleh Sayyidina Abu Bakar seketika beliau jadi Khalifah, apa hukuman bagi kedua orang yang ’mendatangi’ dan ’didatangi’ itu, karena pernah ada yang tertangkap basah, semuanya memutuskan kedua orang itu wajib dijatuhi hukuman mati.” (Lihat, Tafsir al-Azhar, Juzu’ 8).
Bisa digambarkan, betapa gundah dan marahnya kaum homo dan lesbi beserta para pendukungnya, terhadap sosok Nabi Luth yang mencoba menghentikan budaya syahwat merdeka pada kaum liberal di masa itu. Sebuah situs http://www.savethe males.ca, pada 16 Oktober 2004, menulis berita tentang Irshad Manji dengan judul ”Lesbian Muslim Reformer is a New World Orderly.” Ditulis:”Muslim ”reformer” and lesbian activist Irshad Manji, 35, symbolizes the globalist push to extinguish true religion and enslave humanity.”
Tentang akitivitas Irshad Manji dalam mendukung dan mempromosikan lesbianisme bisa dilihat dalam situsnya:www.irshadmanji.com. Kaum liberal pun membanggakannya sebagai sosok ”lesbian” yang – katanya – gigih melakukan ijtihad. Seorang aktivis liberal membanggakan Irshad Manji dengan menulis judul artikel dalam Jurnal Perempuan (edisi khusus Lesbian, 2008) berjudul: Irshad Manji, Muslimah Lesbian yang Gigih Menyerukan Ijtihad. Ditulis di jurnal ini: ”Manji sangat layak menjadi inspirasi kalangan Islam khususnya perempuan di Indonesia.”
Sebuah contoh gugatan terhadap sosok Nabi Luth a.s. ditunjukkan oleh sekumpulan mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Semarang yang menerbitkan Jurnal JUSTISIA. Pada Edisi 25, Th XI, 2004, diturunkan laporan utama berjudul ”Indahnya Kawin Sesama Jenis”. Dengan gagahnya, redaksi menulis pengantar: “Hanya orang primitif saja yang melihat perkawinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan berbahaya. Bagi kami, tiada alasan kuat bagi siapapun dengan dalih apapun, untuk melarang perkawinan sejenis. Sebab, Tuhan pun sudah maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah berhasil bahkan kebablasan.”
Selanjutnya, artikel-artikel di Jurnal itu diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Indahnya Kawin Sesama Jenis: Demokratisasi dan Perlindungan Hak-hak Kaum Homoseksual”, (Semarang:Lembaga Studi Sosial dan Agama/eLSA, 2005). Disebutkanlah strategi ke arah legalisasi perkawinan sesame jenis (homo dan lesbi), yaitu: (1) mengorganisir kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut hak-haknya yang telah dirampas oleh negara, (2) memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa apa yang terjadi pada diri kaum homoseksual adalah sesuatu yang normal dan fithrah, sehingga masyarakat tidak mengucilkannya bahkan sebaliknya, masyarakat ikut terlibat mendukung setiap gerakan kaum homoseksual dalam menuntut hak-haknya, (3) melakukan kritik dan reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah Luth dan konsep pernikahan) yang tidak memihak kaum homoseksual, (4) menyuarakan perubahan UU Perkawinan No 1/1974 yang mendefinisikan perkawinan harus antara laki-laki dan wanita.” (hal. 15).
Hina Nabi lecehkan al-Quran
Para penyokong gerakan legalisasi homoseksual ini berani membuat tafsir baru atas ayat-ayat al-Quran, dengan membuat tuduhan-tuduhan keji terhadap Nabi Luth. Seorang penulis dalam buku ini, misalnya, menyatakan, bahwa pengharaman nikah sejenis adalah bentuk kebodohan umat Islam generasi sekarang karena ia hanya memahami doktrin agamanya secara given,taken for granted, tanpa ada pembacaan ulang secara kritis atas doktrin tersebut. Si penulis kemudian mengaku bersikap kritis dan curiga terhadap motif Nabi Luth dalam mengharamkan homoseksual, sebagaimana diceritakan dalam al-Quran surat al-A’raf :80-84 dan Hud :77-82). Semua itu, katanya, tidak lepas dari faktor kepentingan Luth itu sendiri, yang gagal menikahkan anaknya dengan dua laki-laki, yang kebetulan homoseks.
Ditulis dalam buku ini sebagai berikut : ‘’Karena keinginan untuk menikahkan putrinya tidak kesampaian, tentu Luth amat kecewa. Luth kemudian menganggap kedua laki-laki tadi tidak normal. Istri Luth bisa memahami keadaan laki-laki tersebut dan berusaha menyadarkan Luth. Tapi, oleh Luth, malah dianggap istri yang melawan suami dan dianggap mendukung kedua laki-laki yang dinilai Luth tidak normal. Kenapa Luth menilai buruk terhadap kedua laki-laki yang kebetulan homo tersebut? Sejauh yang saya tahu, al-Quran tidak memberi jawaban yang jelas. Tetapi kebencian Luth terhadap kaum homo disamping karena faktor kecewa karena tidak berhasil menikahkan kedua putrinya juga karena anggapan Luth yang salah terhadap kaum homo.” (hal. 39).
Cercaan terhadap Nabi Luth dan al-Quran terus dilanjutkan berikut ini: “Luth yang mengecam orientasi seksual sesama jenis mengajak orang-orang di kampungnya untuk tidak mencintai sesama jenis. Tetapi ajakan Luth ini tak digubris mereka. Berangkat dari kekecewaan inilah kemudian kisah bencana alam itu direkayasa. Istri Luth, seperti cerita al-Quran, ikut jadi korban. Dalam al-Quran maupun Injil, homoseksual dianggap sebagai faktor utama penyebab dihancurkannya kaum Luth, tapi ini perlu dikritisi… saya menilai bencana alam tersebut ya bencana alam biasa sebagaimana gempa yang terjadi di beberapa wilayah sekarang. Namun karena pola pikir masyarakat dulu sangat tradisional dan mistis lantas bencana alam tadi dihubung-hubungkan dengan kaum Luth…. ini tidak rasional dan terkesan mengada-ada. Masa’, hanya faktor ada orang yang homo, kemudian terjadi bencana alam. Sementara kita lihat sekarang, di Belanda dan Belgia misalnya, banyak orang homo nikah formal… tapi kok tidak ada bencana apa-apa.” (hal. 41-42).
Para mahasiswa tersebut – saat itu – sedang menimba ilmu di sebuah Perguruan Tinggi yang menyandang nama Islam, juga nama “Walisongo” (IAIN Walisongo Semarang). Para Wali itu adalah penyebar dan pendakwah Islam yang sangat gigih di Tanah Jawa. Wali Songo tidak bermain-main dalam masalah agama. Para Wali Songo bersikap tegas terhadap penyelewengan aqidah yang dilakukan oleh Syekh Siti Jenar.
Di dalam tradisi keilmuan Islam, sangat ditekankan masalah adab, bukan hanya kebebasan berpikir dan berbicara. Tiap manusia harus memahami adab bicara. Pemain bola di Eropa ada yang dihukum karena bicara bernada rasis. Seorang anak juga tidak bebas bicara kepada orang tuanya dengan – misalnya – bertanya kepada ayahnya: “Ayah, benarkah saya anak ayah? Tolong buktikan secara ilmiah!”
Adab juga menekankan sikap “tahu diri”. Tidak gampang bicara dan menulis sesuka hati, tanpa merujuk kepada pendapat para ulama yang punya otoritas tafsir ilmu al-Quran. Di dalam tiap bidang keilmuan, kita mengakui adanya otoritas. Tidak semua manusia bebas bicara dalam soal keilmuan. Contohnya, pelawak Thukul dan Prof. Mahfud MD sama-sama manusia. Tetapi, nilai kata-kata keduanya tidaklah sama saat bicara tentang arti pasal-pasal dalam UUD 1945. Dalam bidang ekonomi, begitu juga. Kita mengakui ada otoritas keilmuan dari para pakar ekonomi yang sudah diakui tingkat keilmuannya oleh komunitas ilmuwan internasional di bidang tersebut. Dalam bidang Fisika, kita akan tertawa geli jika ada mahasiswa baru belajar rumus-rumus dasar fisika lalu berterak-teriak, bahwa Newton, Einstein, Stephan Hawking, Habibie, ternyata bodoh semua!
Adalah suatu kehancuran besar, jika adab keilmuan ini tidak ditegakkan dalam bidang Ulumuddin. Jika kita mengakui al-Quran adalah Kitab wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, maka logikanya pasti kita mengakui, bahwa manusia yang paling memahami al-Quran adalah Nabi Muhammad SAW. Kemudian, Nabi SAW menunjuk sejumlah sahabatnya yang beliau sebut sangat ahli dalam Tafsir al-Quran, seperti Ibnu Abbas dan Abdullah bin Mas’ud. Berikutnya, muncul para ahli tafsir al-Quran dari kalangan Tabi’in, Tabi’it Tabi’in, dan seterusnya.
Sebagaimana dalam bidang Ilmu Ekonomi, Ilmu Fisika, dan sebagainya, Ilmu Tafsir juga merupakan ilmu yang sudah sangat matang perkembangannya dalam tradisi keilmuan Islam. Begitu juga Ilmu Ushul Fiqih, Ilmu Fiqih, Ilmu Nahwu, Ilmu Sharaf, Ilmu Kalam. Jika hendak belajar Tafsir al-Quran, seharusnya orang mau merujuk kepada ilmuwan atau ulama yang memahami Ilmu Tafsir al-Quran.

Jika ditelaah dengan sedikit cermat saja, tampak bahwa Irshad Manji bukanlah orang yang punya otoritas memadai dalam pemahaman al-Quran. Itu bisa dilihat dalam bukunya, ”Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini”, yang bisa di-unduh di situsnya. Dalam buku ini, Irshad Manji, menyandarkan keraguannya terhadap al-Quran pada pendapat Christoph Luxenberg (seorang pendeta Kristen asal Lebanon yang menyembunyikan nama aslinya). Kata Manji: ”Jika al-Quran dipengaruhi budaya Yahudi-Kristen – yang sejalan dengan klaim bahwa al-Quran meneruskan wahyu-wahyu sebelumnya – maka bahasa Aramaik mungkin telah diterjemahkan oleh manusia ke dalam bahasa Arab. Atau, salah diterjemahkan dalam kasus hur, dan tak ada yang tahu berapa banyak lagi kata yang diterjemahkan secara kurang tepat. Bagaimana jika semua ayat salah dipahami?” (hal. 96).

Pendapat Christoph Luxenberg menyatakan bahwa selama ini umat Islam salah memahami al-Quran, yang seharusnya dipahami dalam bahasa Syriac. Tentang surga, dengan nada sinis Manji menyatakan, bahwa ada human error yang masuk ke dalam al-Quran. Menurut riset yang baru, tulis Manji, yang diperoleh para martir atas pengorbanan mereka adalah kismis, dan bukan perawan. “Nah, bagaimana bisa Al-Quran begitu tidak akurat?” tulisnya.
Pendapat Luxenberg yang dicomot begitu saja oleh Irshad Manji bahwa bahasa al-Quran harus dipahami dalam bahasa Aramaik telah ditulis dalam buku “Die syro-aramaeische Lesart des Koran: Ein Beitrag zur Entschluesselung der Koransprache”. Pendapat Luxenberg pun sangat lemah dan sudah banyak artikel ilmiah yang menanggapinya. Dr. Syamsuddin Arif telah mengupas masalah ini secara tajam dalam bukunya, “Orientalis dan Diabolisme Intelektual”.
Menurut Syamsuddin, Professor Hans Daiber, misalnya, memberikan seminar terbuka tentang karya Luxeberg itu selama satu semester penuh di Departemen Orientalistik Universitas Frankfurt, dimana ia ungkapkan sejumlah kelemahan-kelemahan buku itu secara metodologi dan filologi. Salah satu kelemahan Luxenberg, misalnya, untuk mendukung analisis dan argumen-argumennya, mestinya Luxenberg merujuk pada kamus bahasa Syriac atau Aramaic yang ditulis pada abad ke-7 atau 8 Masehi (zaman Islam), dan bukan menggunakan kamus bahasa Chaldean abad ke-20 karangan Jacques E. Manna terbitan tahun 1.900!
Jadi, penghormatan berlebihan terhadap Irshad Manji, merusak dua hal sekaligus: otoritas keilmuan Islam dan juga asas-asas akhlak Islam. Kita yakin, masih banyak ulama, cendekiawan, dan kalangan umat Islam yang sadar dan cinta akan agamanya. Kita cinta negeri kita, sehingga kita berharap, negeri Muslim terbesar ini tidak menjadi tong sampah pemikiran! Wallaahu a’lam bil-shawab. (Depok, 5 Mei 2012).
Adian Husaini 
Dipublikasikan ulang dari www.insistnet.com 
Adian Huaini, lahir di Bojonegoro pada 17 Desember 1965. Pendidikan formalnya ditempuh di SD-SMA di Bojonegoro, Jawa Timur. Gelar Sarjana Kedokteran Hewan diperoleh di Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, 1989. Magister dalam Hubungan Internasional dengan konsentrasi studi Politik Timur Tengah diperoleh di Program Pasca Sarjana Universitas Jayabaya, dengan tesis berjudul Pragmatisme Politik Luar Negeri Israel. Sedangkan gelar doktor dalam bidang Peradaban Islam diraihnya di International Institute of Islamic Thought and Civilization -- Internasional Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM), dengan disertasi berjudul“Exclusivism and Evangelism in the Second Vatican Council: A Critical Reading of The Second Vatican Council’s Documents in The Light of the Ad Gentes and the Nostra Aetate

Turki Siap Operasi Militer ke Suriah


ISTANBUL, muslimdaily.net -Parlemen Turki menyetujui operasi militer dengan sasaran-sasaran di wilayah Suriah menyusul serangan Suriah ke wilayah Turki yang menewaskan lima warga negaranya.

Dalam pemungutan suara di parlemen pada hari Kamis (04/10) sebanyak 320 suara mendukung dan 129 suara menentang operasi militer. Mandat dari parlemen ini berlaku selama satu tahun.
Parlemen mengatakan lembaga itu menyetujui operasi militer di luar wilayah Turki bila pemerintah memandang perlu. Keputusan diambil atas usul pemerintah yang tertuang dalam memorandum untuk mengirim pasukan ke luar wilayah Turki.
Dalam memorandum disebutkan bahwa "aksi agresi" Angkatan Bersenjata Suriah ke wilayah Turki merupakan ancaman serius bagi keamanan nasional.
Bukan izin perang
Wakil Perdana Menteri Besir Atalay mengatakan persetujuan parlemen bukan berarti Turki mendeklarasikan perang.

"Undang-undang ini bukan untuk berperang ... Ini mempunyai sifat mencegah," kata Besir Atalay.

Dia menambahkan kini langkah yang diperlukan adalah koordinasi dengan badan-badan internasional.

Persetujuan parlemen diberikan beberapa jam setelah Turki kembali melancarkan serangan artileri terhadap pos militer Suriah sebagai balasan atas bom mortir sehari sebelumnya.

Sementara itu Menteri Luar Sergei Lavrov mengatakan aksi tembak-menembak antara Turki dan Suriah merupakan kekhawatiran mendalam.

Lavrov mengatakan adalah penting bagi pemerintah Suriah untuk mengumumkan secara terbuka bahwa Suriah akan mencegah tindakan serupa di masa depan.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan mengadakan pertemuan hari ini untuk membahas konflik tersebut.

Gerakan Jilbab Yang Marak di Pakistan




Memperoleh sambutan baik di negara Asia selatan, jilbab semakin banyak dikenakan oleh tokoh publik, politisi dan aktris di Pakistan. Seolah menjadi tren relijiusitas di kalangan wanita kaya Pakistan selama satu dekade terakhir.

"Saya telah memahami alasan dan pentingnya jilbab," kata Sara Chaudhry, seorang mantan aktris dan model top Pakistan, OnIslam.net, Rabu 3 September.

"Oleh karena itu, saya tidak punya alasan untuk tidak taat bahkan satu menit pun untuk tunduk pada firman Allah."

Chaudhry, yang meninggalkan dunia showbiz pada tahun 2010, berada di bersama sejumlah politisi perempuan, penulis dan aktivis masyarakat sipil dalam kampanye untuk mempromosikan jilbab. Bahkan dalam sebuah kesempatan wawancara, dia juga terlihat mengenakan cadar.

"Itu tidak cukup untuk mengenakan jilbab (saja)," kata Chaudhry, yang telah berhasil membujuk empat model top dan aktris film lainnya untuk mengenakan jilbab.

"Tapi setelah melakukan itu, telah menjadi tanggung jawab saya untuk membujuk orang lain untuk mengenakan jilbab, yang merupakan perintah dari Allah.

"Itulah mengapa saya menjadi bagian dari gerakan ini."

Di antara aktris Lollywood/Pakistan yamh berhasil diajak Chaudry memakai jilbab adalah Sataish Khan, Mariam Ali, Rabia Durrani dan Urooj Nasir.

Pemirsa terkejut untuk menonton Urooj Nasir dalam gaun dan jilbab dalam acara televisi selama upacara untuk menghormati tentara Pakistan yang meninggal. Urooj bahkan telah meluncurkan sendiri bisnis merancang Abaya.

Rabia Durrani, yang milik keluarga ultra-modern, menjadi produser setelah keberhasilan filmnya Uqabon ka Nashaiman (Haven of Hawks). Dia juga meninggalkan industri film dan telah bergabung tangan dengan Sara Chaudhry dalam gerakan untuk mempromosikan jilbab. Rabia masih melakukan beberapa program di radio.

Tania Khan, seorang aktris teater yang terkenal, juga telah meninggalkan industri hiburan setelah dia melakukan Umrah beberapa bulan yang lalu, dan menjadi ibu rumah tangga.

"Ada dua tujuan utama dari gerakan ini. Pertama, untuk mengingatkan saudara kami bahwa jilbab adalah perintah Allah dan kebutuhan Shari `ah," kata Kapten (pensiunan) Dr Kausar Firdous, mantan anggota Majelis Tinggi parlemen, pada OnIslam.net.

"Kedua, jilbab tidak sama sekali pembatasan kemajuan perempuan dan masyarakat."

Dr Firdous adalah petugas wanita pertama, yang bertugas di korps medis dari tentara Pakistan yang menutupi wajahnya dengan cadar.

"Tidak ada kewajiban bahwa hanya wanita-wanita mengenakan jilbab dapat menjadi bagian dari gerakan ini. Tidak,  tidak terjadi dalam hal ini," kata Dr Firdous, yang menjabat sebagai Senator pada tahun 2007-2012.

"Perempuan dan anak perempuan yang sedang belajar ingin memahami bahwa mengapa jilbab merupakan persyaratan bagi perempuan muslim dapat menjadi bagian dari gerakan kami."

Gerakan jilbab menjadi pusat perhatian di Pakistan beberapa minggu lalu ketika Ibu Nusrat Pervez, istri perdana mentri Raja Pervez Ashraf, berpartisipasi dalam konferensi memperingati Hari Hijab Internasional di Islamabad.

"Saya pasti akan berpartisipasi dalam konferensi karena diadakan untuk tujuan suci," katanya kepada delegasi dari gerakan promosi jilbab.

"Hijab adalah perintah Allah, dan kita terikat untuk tunduk kepada perintah-Nya."

Memakai jilbab telah mmenjadi tren nyata di Pakistan, khususnya di kalangan gadis-gadis muda, dalam dekade terakhir. Pemandangan ke universitas dan perguruan tinggi Pakistan menunjukkan tren hijab di kalangan gadis-gadis muda.

Meskipun tidak ada statistik resmi tentang jilbab dan cadar, survei acak menunjukkan bahwa hampir 90 persen perempuan di lembaga-lembaga pendidikan di kota-kota kecil mengenakan jilbab. Persentasenya, bagaimanapun, turun menjadi antara 40 persen dan 50 persen di kota-kota besar.

Namun pihak yang skeptis dengan gerakan ini, berpendapat bahwa gerakan jilbab memiliki motif politik, dan tidak ada hubungannya dengan agama, mengutip dominasi gerakan perempuan milik Jamaat-e-Islami, salah satu dari dua partai utama Islam di Pakistan.

Tapi Dr Firdous menyangkal tuduhan ini.

"Gerakan kami terdiri wanita dari berbagai lapisan masyarakat dan sekolah yang berbeda pemikiran," katanya.

"Gerakan ini terdiri dari wanita yang bahkan mereka yang tidak setuju dengan filosofi Jamaat-e-Islami. Kami tidak memiliki niat apapun atau rencana apapun untuk menggunakan gerakan ini untuk langkah politik. Ini adalah murni untuk promosi jilbab dan moralitas dalam masyarakat, di mana kekuatan jahat juga di lapangan untuk menyesatkan perempuan kami atas nama  kebebasan dan persamaan hak."

Google Perkenalkan Algoritma Baru yang Menilai Situs Berdasarkan Konten Pembajakan


Aksi pembajakan di dunia internet memang sangat tinggi. Berbagai software bajakan pun bisa ditemui di internet. Dan, untuk memerangi aksi pembajakan, Google pun kini mulai turut berpartisipasi.

Mereka baru saja memperkenalkan algoritma baru yang bakal berdampak serius bagi situs yang terbukti memiliki konten berbau pembajakan. Google menjelaskan bahwa jika sebuah situs memperoleh notifikasi penghapusan sebuah konten karena alasan hak paten, maka situs tersebut akan memiliki rank rendah di Google.
Dengan algoritma tersebut, pengguna internet dapat menemukan konten berkualitas dengan mudah. Konten-konten yang dinilai oleh Google ini pun beragam. Dari sebuah streaming musik ataupun video.
Sayangnya, Google tidak menjelaskan berapa batasan notifikasi yang menjadi standar penilaian tersebut. Mereka hanya mengatakan jumlah notifikasi ‘tinggi’. Selain itu, banyak pihak yang mempertanyakan langkah Google tersebut. Terlebih salah satu situs Google, yakni Youtube kemungkinan akan memperoleh banyak notifikasi. Di situs tersebut, Anda akan menemukan banyak video yang kemungkinan bertentangan dengan hak paten.