Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 September 2012

Bekal Hadapi Pasang Surut Kehidupan




 
Manusia tak berkuasa atas hatinya sendiri, karena hati berada di bawah kendali Allah


SIFAT dasar dunia adalah fana’, tidak abadi. Segala yang kita temui di sini pada hakikatnya tidak pernah menetap, namun selalu berubah. Sebagai misal, betapa banyak penguasa yang tumbang. Di masa jayanya, setiap mata mdrasa iri kepada yang mereka miliki, namun belum lagi siang berganti malam, tiba-tiba roda nasib melibas mereka. Sekarang, mereka tidak dilirik barang sedikit pun, bahkan secara terbuka dicaci dan dinistakan martabatnya.

Alkisah, dulu di Jazirah Arab terdapat sebuah kerajaan bernama Hirah. “Kerajaan bayangan” dari Kekaisaran Persia ini kemudian runtuh pada zaman ‘Umar bin Khattab, seiring kejatuhan induknya. Suatu kali, Ziyad bin Muhallab, seorang jenderal termasyhur pada zaman Umawiyah, berjumpa dengan Hindun binti Nu’man, putri penguasa terakhir Hirah. Ziyad pun memintanya bercerita, lalu Hindun berkata, “Kami memasuki waktu pagi dari hari ini, sementara tidak seorang pun dari bangsa Arab melainkan pasti mengharapkan kami. Lalu, kami memasuki waktu senja, sementara tidak seorang pun di antara bangsa Arab melainkan pasti merasa kasihan kepada kami.” (Riwayat Ibnu Abi Dunia dalam al-I’tibar, no. 10).

Demikianlah faktanya. Saat ini, terlalu banyak contoh serupa untuk disajikan. Kita bisa menderetkan kisah-kisah terbaru dari Iraq, Tunisia, Mesir, dan Libya.
Negeri kita sendiri pun merupakan gudang kasus-kasus kebangunan dan kejatuhan para penguasa, politikus serta selebritis. Masih terbayang dalam benak kita lambaian tangan dan senyum mereka di podium-podium kehormatan, namun belum lagi siang berganti malam, tiba-tiba perputaran nasib telah menjungkalkan mereka. Sebagian mereka ditahan dan menghadapi dakwaan berlapis, tanpa harapan lolos. Sebagian lagi tewas terbunuh dan diperlakukan lebih buruk dari seekor anjing. Lalu, sebagian lainnya mati dalam keadaan putus asa, atau hidup nista dan diabaikan. Ini baru masalah-masalah pelik yang mereka hadapi di dunia, dan entah bagaimana nanti nasib mereka di akhirat.
Ini adalah contoh-contoh spektakuler. Bila skala kejadian dan pelakunya dikecilkan, maka tidak terbilang lagi padanannya.
Pelajaran yang mestinya diambil adalah: jangan terlampau mendalam menyikapi dunia ini, karena segalanya mudah sekali berganti. Kegembiraan, kekayaan, kelapangan, kesehatan, dan canda tawa, betapa mudah berubah menjadi kesedihan, kemelaratan, kesempitan, sakit, dan dukacita. Kematian pun bisa menghapus kehidupan dengan seribu satu macam cara.
Maka, tiada pilihan terbaik kecuali bersiaga menghadapi pasang-surutnya. Dalam pandangan Islam, ia mestinya ditempuh pertama-tama dengan memperbaiki hati. Karena hati adalah raja, maka dialah kunci nasib dari seluruh anggota kerajaannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ingatlah, bahwa di dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah, ia adalah hati.” (Riwayat Bukhari-Muslim, dari Nu’man bin Basyir).
Masalahnya, manusia tidak berkuasa atas hatinya sendiri. Hati sepenuhnya berada di bawah kendali Allah. Kita mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya hati anak Adam itu berada diantara dua jari Allah yang Maha Pengasih, seolah-olah satu hati saja. Dia akan memalingkannya kemana saja yang Dia kehendaki.” Beliau kemudian melanjutkan dengan berdoa, “Ya Allah, Dzat yang kuasa memalingkan hati, palingkanlah hati-hati kami ke arah ketaatan kepada-Mu.” (Riwayat Muslim, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash).
Jika memperbaiki hati merupakan keharusan, sementara hati berada di bawah kuasa Allah, maka tiada cara lain kecuali menuruti kehendak-Nya. Dia paling tahu apa yang bisa merusak atau memperbaiki hati itu. Lalu, apa yang Dia kehendaki dari kita? Allah berfirman;

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Qs. adz-Dzariyat: 56).
Tepatnya, Allah meminta kita beriman dan beramal shalih. Hanya iman dan amallah yang bisa memperbaiki hati dan menjadikannya tangguh dalam mengarungi samudera kehidupan.
Dikatakan dalam sebuah hadits: “Perkenalkanlah dirimu kepada Allah pada saat engkau sejahtera, niscaya Dia mengenalimu pada saat engkau mengalami kesulitan.” (Riwayat Ahmad, dari Ibnu ‘Abbas. Hadits shahih).
Menurut Ibnu Rajab dalam Jami’ul Ulum wal Hikam, maksudnya adalah: “Bila seorang hamba bertakwa kepada Allah, tidak melanggar batas-batas aturan-Nya, dan senantiasa memelihara hak-hak-Nya pada saat ia sejahtera, maka ia telah memperkenalkan dirinya kepada Allah, sehingga ada (hubungan) perkenalan khusus diantara dirinya dengan Tuhannya. Maka, Tuhannya pasti akan mengenalinya pada saat ia tertimpa kesulitan dan memelihara (hubungan) perkenalan dengannya (sebagaimana) pada saat ia sejahtera. Maka, berkat perkenalan inilah Allah menyelamatkannya dari kesulitan-kesulitan. Ini adalah (hubungan) perkenalan khusus yang dapat diartikan sebagai telah dekatnya hamba itu dengan Tuhannya, kecintaan-Nya kepadanya, dan dikabulkan-Nya doannya.”
Jadi, hanya dengan menaati Allah jiwa kita akan terbekali ketahanan untuk menghadapi pasang-surut kehidupan, sebab ia didukung oleh Allah secara langsung. Tanpanya, jiwa akan mudah ambruk dan akhirnya binasa.
Oleh karenanya, Qatadah bin Di’amah (seorang Tabi’in) berkata, “Sesungguhnya amal shalih itu mengangkat (derajat) pelakunya pada saat ia kuat, dan tatkala ia terjatuh maka ia mendapati tempat bersandar.” (Riwayat Ahmad dalam kitab az-Zuhd, no. 183). Dan, Allah-lah sebaik-baik penolong serta tempat bersandar. 

Rahasia Pelipur Lara




 

 
ADALAH Panglima Besar Nuruddin Mahmud al-Zinki (sebagian menyebutnya Zanki) yang berada di Damaskus. Saat itu sedang berkecamuk Perang Salib. Mendengar Tentara Salib telah masuk ke pesisir Mesir dan berhasil mengepung kaum Muslimin di kota Dumyat, Mesir, hati Nuruddin merasa gundah dan gelisah. Senyumnya yang kerapkali menghiasi wajahnyapun terlihat sirna. Imam Masjid Omawi merasa iba dan turut sedih melihatnya. Imam Masjid tersebut ingin memberikan pelipur lara untuk menghibur beliau agar dapat tersenyum.
Ba’da shalat, Imam menyampaikan dalam halaqah (pengajian) yang biasa dihadiri Nuruddin. Dibacakanlah sebuah hadits Rasul saw, yang setiap orang mendengar hadits tersebut pasti tersenyum. Ketika semua orang tersenyum mendengar hadits itu, Nuruddin Zinki masih belum bisa tersenyum. Dengan keheranan Imam bertanya kepada Nuruddin, ”Mengapa Paduka tidak tersenyum, saat semua orang yang mendengar hadits tersebut tersenyum?”
Nurudin menjawab,”Saya malu kepada Allah melihat saya tersenyum, sedangkan kaum Muslimin di Dumyath masih terkepung oleh Tentara Salib!”
Setiap malam, Nuruddin Mahmud melakukan shalat, bersujud dan berdoa sebanyak-banyaknya sambil menangis, memohon kepada Allah swt agar segera membebaskan kaum Muslimin yang terkepung di Dumyat.
Beberapa hari kemudian, saat Nuruddin berangkat ke mesjid Omawi untuk melakukan shalat subuh, Imam masjid mencegat nya, seraya mengatakan kepadanya.
”Paduka, saya bermimpi telah bertemu dengan Baginda Rasulullah saw dan meminta kepada saya untuk menyampaikan kabar gembira kepada Paduka bahwa Allah swt telah membebaskan kaum Muslimin di Dimyath. Lalu saya tanyakan kepada Rasulullah saw (dalam mimpi itu), ”Wahai Baginda Rasulullah, apa tandanya agar Nuruddin dapat mempercayai berita gembira ini dariku?”
Rasulullah saw (dalam mimpi itu menjawab); “Katakan padanya, masih ingatkah saat ia di Tal Harem, ketika turun dari kudanya, melakukan shalat, bersujud, berdoa sambil menciumkan wajahnya di atas tanah, seraya mengatakan: ”Ya Allah tolonglah agama-Mu ini, tolonglah tentara-tentaramu dan jangan tolong Nuruddin Mahmud yang hina ini, apalah artinya seorang Nuruddin hingga Engkau tolong.”
Benar, memang hal itu yang dilakukan dan diucapkan Panglima Nuruddin Mahmud saat di Tal Harem, ketika beliau dan tentaranya akan berhadapan dengan tentara Salib, saat itu ia menyendiri berdoa. Tanda dan bukti itu dibenarkan oleh Nuruddin Mahmud karena hanya ia sendiri yang tahu saat bermunajat dengan Tuhannya, sehingga iapun percaya bahwa Dumyath telah dapat dibebaskan dari kepungan.
Beliau terharu, terkesima, menangis sebagai ungkapan syukur, dan kemudian ia telah dapat tersenyum lagi.
Penawar Hati
Tak pelak lagi bahwa shalat, sujud untuk mengadu dan berkomunikasi dengan Sang Pencipta merupakan penawar hati yang luka dan solusi aneka ragam duka lara, tentunya dengan diiringi keikhlasan dan tawakkal kepada-Nya pada setiap usaha yang diridhai-Nya.

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ
Firman Allah swt: ”Dan Kami sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (salat).” (QS: Al-Hijr: 15/97).
Ayat di atas, selain sebagai pelipur lara yang menghibur Nabi saw, karena kesedihannya dan terasa sesak dadanya mendengar ejekan, ulah dan kesombongan kaum musyrikin kala itu. Ayat di atas juga memberikan solusi dan kiat untuk menghilangkan kesedihan dan duka tsb, yaitu dengan cara bersujud (shalat) disertai memperbanyak tasbih, tahmid dan doa untuk kebaikan diri, keluarga dan umat.
Tuntunan bagi Nabi saw, berarti juga tuntunan bagi umatnya. Banyak sekali hal yang dapat membawa kepada kesedihan, seperti musibah yang menimpa diri, saudara, teman, atau merajalelanya kezaliman, kemungkaran, ….… yang terkadang seorang tidak mampu untuk mencegah atau menghilangkannya dengan kekuatan tangannya.
Hamba yang dekat dan dicintai Allah swt adalah pada saat seorang hamba bersujud, sebagaimana Rasul saw bersabda:”Hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah saat hamba-Nya bersujud, karenanya ikhlaskanlah dalam berdoa pada saat bersujud”.
Mudah-mudahan kita semula menjadikan shalat, sujud untuk mengadu dan berkomunikasi bukan dengan cara lain.*
Amiruddin Thamrin, kini tinggal di Damaskus-Suriah

Sabtu, 25 Agustus 2012

11 Tips Bergaransi yang Akan Membuat Anda Tersenyum dan Tetap Positif (bagian 1)

tersenyum dan tetap positif

Kehidupan yang kita lalui bukanlah sebuah perjalanan yang mulus, ada suatu saat kita berada di bawah dan ada suatu saat kita berada di atas. Kadang fluktuasi perasaan yang kita alami begitu cepat dan tajam.
Tips dibawah ini akan membantu anda meminimalkan fluktuasi tersebut. Bagaimana anda akan memiliki perasaan gembira dan tetap positif.
Pada artikel kali ini saya akan membaginya menjadi 2 postingan. Kenapa begitu? … Saya ingin mencoba sesuatu hal yang baru saja dengan membuatnya menjadi bersambung. Jika kelak anda membaca di postingan kedua poin 10, disitu anda akan mengetahui bahwa saya sedang mencoba sesuatu hal yang baru.
Oke inilah 11 Tips yang Akan Membuat Anda Tersenyum dan Tetap Positif :
1. Rubahlah Wallpaper Desktop Anda
Saat ini komputer bukan lagi barang langka dan sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Sepertinya kita tidak bisa hidup tanpa duduk di depan komputer. Jadi mengapa anda tidak merubah wallpaper komputer anda dengan sebuah gambar yang positif atau lucu yang akan memotivasi atau membuat anda tertawa setiap kali anda membuka komputer anda. Saya yakin hari anda akan jauh lebih ceria.
2. Tertawalah Keras-keras
Berikan ijin pada diri anda sendiri untuk tertawa dengan keras. Ini bukan seperti kehidupan seorang puteri, dimana mereka sedikit menahan tawanya sambil menutup mulut dengan salah satu tangannya. Mulai saat ini, lepaskanlah tawa anda. Tertawa adalah obat terbaik dan tentu saja jaminan penampilan anda tetap positif dan ceria.
3. Carilah Teman-teman Positif Baru
Keceriaan dan energi positif adalah sesuatu yang bersifat menular. Mengelilingi diri anda dengan orang-orang yang selalu berpikir positif dalam setiap situasi, akan menjaga energi positif anda tetap mengalir keluar. Orang-orang positif juga memiliki kebiasaan selalu tersenyum. Semakin banyak senyum, semakin ceria hidup! :)
4. Berkebun …. Mengapa Tidak??
Jangan meremehkan aktivitas berkebun. Beberapa pakar justru menyarankan untuk melakukan aktivitas tersebut jika memungkinkan. Melihat tanaman yang kita tanam dan rawat, akhirnya berbunga atau berbuah adalah suatu hal sangat menyenangkan. Apalagi jika setelah itu kita memakannya. Yummiiii….. :)
5. Sediakan Waktu Untuk Memanjakan Diri Sendiri
Waktu untuk memanjakan diri sendiri adalah sesuatu hal yang perlu juga anda prioritaskan. Layaknya handphone, semangat dan jiwa anda pun perlu di-recharge. Luangkan waktu anda untuk melakukan hal-hal yang membuat anda gembira. Jika anda menyukai melukis …. melukislah! Jika anda menyukai membaca novel …. membacalah! Jika anda menyukai mendaki gunung … mendakilah! Jika anda menyukai pergi ke café menikmati live music … pergilah ke café. Apapun itu, luangkanlah waktu untuk memanjakan diri anda sendiri. Saya yakin setelah itu, anda akan mempunyai semangat yang baru.
6. Matikan TV
Apa? …. Tapi saya menyukai menonton televisi.
Beberapa kali saya mengulas dalam artikel-artikel saya sebelum ini, termasuk dalam ebook ’85 Cara Ampuh Memotivasi Diri Anda’, coba anda ingat-ingat kembali selama anda menonton televisi, berapa banyak informasi negatif yang anda konsumsi, seperti pembunuhan, peperangan, tawuran, perampokan, dst ….. (saya yakin anda bisa melanjutkan sendiri). Sesuatu yang masuk ke dalam otak bersifat negatif, maka output nya pun akan negatif.
Saya mungkin terlalu ekstrim untuk mematikan tv, namun setidaknya pilihlah saluran-saluran yang mendidik. Saya jamin acara seperti Mario Teguh – Golden Ways akan membuat diri anda ceria dan tetap bersemangat positif luar biasa! :)
Nantikan kelanjutannya pada postingan saya mendatang. Tetaplah bersama AkuInginSukses.com.
Oke para pembaca sekalian, semoga anda mengalami hari yang positif dan luar biasa!

Bagaimana Tetap Termotivasi Untuk Menyelesaikan Apa Yang Telah Anda Mulai

produktivitas kerja

Pasti ada satu alasan mengapa banyak orang sering berhenti menyelesaikan suatu proyek atau tugas mereka, entah itu tugas kecil atau besar, pada titik-titik tertentu. Mungkin mereka merasa tugasnya sangat menumpuk atau sangat sulit untuk dikerjakan sehingga mereka frustasi dan stress. Akhirnya mereka berhenti mengerjakannya atau setidaknya mereka berpikir untuk berhenti.
Saat mereka frustasi, otomatis akan tercipta suatu penghalang dalam diri mereka yang menyebabkan motivasi mereka untuk tetap melanjutkan pekerjaan terganggu. Antusiasme mereka yang tinggi saat mereka melakukan tugas tersebut pertama kali akan turun dengan sangat drastis dan kemungkinan mereka berhenti menyelesaikan tugas di tengah jalan sangatlah besar.
Apakah yang biasanya mereka sering lakukan di saat seperti itu?
Mereka akan berjalan dengan menyeret kakinya, membuat kopi dan ketika bertemu dengan seseorang yang ‘tepat’, mereka akan menghabiskan beberapa menit untuk melakukan pembicaraan satu arah, mengeluh tentang proyek atau tugas yang sedang mereka kerjakan. Mungkin secara tidak sadar anda pernah mengalaminya.
Ketika mereka telah selesai mengeluh, mereka segera kembali pada tugasnya dan berpikir dengan penuh keraguan dan kebencian, bagaimana mereka dapat menyelesaikan pekerjaan mereka tersebut.
Daripada anda jatuh pada keadaan yang lebih sulit lagi dan menambah frustasi anda, saya akan mencoba berbagi 5 cara bagaimana anda tetap produktif dan termotivasi untuk menyelesaikan apa yang telah anda mulai serta antusias terhadap apa yang anda kerjakan:
1. Pecahlah tugas anda menjadi beberapa bagian kecil.
Anda hanya perlu membagi tugas anda (break down) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar lebih terkendali. Sebagai contoh: anda memiliki target pribadi untuk membuka sebuah usaha. Jika yang terpikirkan oleh anda hanya membuka tempat usaha dengan segera, maka anda bisa-bisa frustasi di tengah jalan. Yang perlu anda lakukan adalah membagi tugas anda tersebut menjadi tugas-tugas yang lebih kecil, seperti : survei lokasi, mencari supplier, mengurus perijinan, mencari pegawai, membeli perlengkapan usaha dan melakukan aktivitas promosi. Bukankah terlihat menjadi lebih mudah?
Dengan membagi tugas anda menjadi tugas-tugas yang lebih kecil, akan membuat pekerjaan anda juga menjadi tidak membosankan. Ketika anda berhasil menyelesaikan satu tugas kecil, anda akan merasa terpuaskan dan gembira. Secara psikologi ini merupakan modal berharga untuk melangkah ke tugas kecil berikutnya.
Tetapi sebelum anda melanjutkan ke tugas berikutnya, ada baiknya anda memberikan penghargaan untuk diri anda sendiri, misalkan membeli secangkir kopi starbucks atau apapun yang bisa memanjakan anda untuk merayakan pencapaian yang telah anda lakukan.
Ketika perayaan tersebut berakhir, kembalilah pada pekerjaan anda dan mulai melakukan tugas kecil anda berikutnya. Saya yakin mood anda saat itu akan sangat berbeda. Anda akan lebih produktif dan lebih termotivasi dalam bekerja. Di satu sisi anda akan berusaha mencari lagi penghargaan-penghargaan berikutnya.
2. Manfaatkan efek bola salju.
Coba anda temukan bagian dari tugas anda yang yang paling menyenangkan dan mulailah dari sana. Anda akan dengan mudah dan cepat menyelesaikan pekerjaan tersebut. Mungkin anda pernah mendengar tips mengerjakan soal ujian : mulailah dari yang mudah terlebih dahulu, tinggalkan dulu yang soal-soal yang sulit. Jika anda hanya berkutat pada soal yang sulit, anda akan stress dan kehabisan waktu, sementara masih banyak soal yang belum dikerjakan. Prinsip ini pun sama digunakan dalam menyelesaikan tugas atau proyek anda.
Ketika anda selesai mengerjakan bagian dari tugas yang menyenangkan, secara tidak sadar anda telah selangkah lebih maju menuju penyelesaian tugas atau proyek anda. Hal ini tentu saja akan meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi anda untuk menyelesaikan tugas-tugas berikutnya yang lebih sulit. Ketika anda berhasil kembali menyelesaikan, rasa percaya diri anda semakin tinggi lagi. Inilah yang disebut efek bola salju.
3. Hindari mengerjakan banyak tugas sekaligus.
Beberapa orang memiliki sifat ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya. Sifat ini sebetulnya baik, namun yang kurang baik adalah jika hal itu dipraktekkan dengan melakukan banyak tugas secara serentak. Saya pun dulu suka melakukan kebiasaan yang kurang baik seperti ini. Akhirnya tidak ada pekerjaan yang terselesaikan, justru memakan waktu yang lebih lama. Rasa-rasanya superman pun tidak bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan sekaligus.
Fokuslah pada apa yang sudah ada di depan mata anda. Selesaikan tugas anda satu per satu. Saya jamin anda akan lebih produktif, tingkat motivasi anda akan terus meningkat (seperti telah saya sampaikan pada point 1 dan 2), serta anda akan menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat.
4. Beristirahat dan bersenang-senanglah
Ada satu saat dimana motivasi anda menurun dan anda merasa tidak bersemangat. Mungkin anda telah melalui hari-hari yang panjang dan melelahkan, atau tugas yang tersisa begitu beratnya untuk diselesaikan dan memakan waktu yang sangat banyak. Anda bukanlah robot, oleh karenanya saya sangat menyarankan anda untuk meninggalkan pekerjaan sementara waktu.
Lakukanlah hal-hal yang menyenangkan, seperti menonton bioskop, pergi ke restoran favorit, chatting, atau berkumpul bersama dengan sahabat-sahabat anda.
Tujuannya disini adalah mengalihkan perhatian anda dari tugas-tugas anda serta mengurangi stress/frustasi yang anda rasakan. Jadi ketika anda melakukan hal-hal yang menyenangkan tersebut, jangan terpikirkan mengenai tugas-tugas yang belum terselesaikan. Betul-betul lupakan total! Ketika anda kembali pada tugas anda, saya yakin anda akan lebih santai, segar dan termotivasi untuk melanjutkan.
5. Beristirahatlah sejenak.
Beristirahat lagi? Ya, namun kali ini adalah istirahat sejenak. Setelah anda bekerja selama 40-45 menit, ambillah break ringan selama 3-5 menit. Disarankan anda sedikit menjauh dari area kerja anda.
Penelitian mengatakan bahwa setelah anda bekerja selama 40-45 menit, otak anda cenderung lelah atau melambat. Mungkin kondisinya tidak memungkinkan anda untuk menunda atau meninggalkan pekerjaan. Namun intinya adalah ketika anda merasa sangat lelah atau anda sudah tidak dapat fokus lagi, beristirahatlah sejenak. Lakukan peregangan, minum segelas air putih, atau berjalan-jalan mencari udara segar. Anda akan mendapatkan energi tambahan secara instan, sehingga anda akan termotivasi dan bersemangat untuk melanjutkan kembali pekerjaan anda.
Jadikanlah 5 hal ini menjadi bagian dalam hidup anda. Jika anda dapat melakukannya secara konsisten, saya rasa anda akan lebih produktif, lebih antusias, lebih termotivasi dan memiliki rasa kepuasan diri yang tinggi.

101 Pertanyaan Hebat Untuk Membuat Hidup Anda Luar Biasa


kesuksesan dan kehidupan luar biasa

Anthony Robbins pernah mengatakan dalam salah satu bukunya bahwa berpikir sebetulnya adalah proses bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Beliau kemudian menambahkan bahwa orang-orang yang sukses adalah mereka yang selalu bertanya pada dirinya sendiri.
Berikut adalah 101 pertanyaan untuk membuat hidup anda luar biasa :
1. Apa yang saya inginkan?
2. Untuk hal-hal apa saja saya berterima kasih?
3. Apakah yang hilang dalam hidup saya?
4. Apakah saya melihat hal-hal baru di dunia ini setiap hari?
5. Apakah saya menyediakan sedikit waktu untuk mendengarkan orang lain?
6. Apakah saya cukup bersenang-senang?
7. Bagaimana saya menjadikan hidup ini lebih ceria?
8. Apa yang saya inginkan lebih dalam hidup?
9. Apa yang tidak terlalu saya inginkan dalam hidup?
10. Apakah saya selalu mencari peluang-peluang?
11. Apakah saya menangkap peluang-peluang yang ada?
12. Apakah saya mempunyai pikiran yang terbuka?
13. Apakah saya cukup fleksibel?
14. Apakah saya cepat menghakimi orang lain?
15. Apakah saya selalu memperhitungkan resiko?
16. Apakah saya tulus memuji orang lain?
17. Apakah saya menghargai apa yang orang lain lakukan untuk saya?
18. Ke tempat mana sajakah saya ingin pergi?
19. Siapa sajakah orang yang ingin saya jumpai?
20. Petualangan apa sajakah yang ingin saya ikuti?
21. Apakah saya peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang saya?
22. Apakah saya cepat tersinggung?
23. Apakah yang membuat saya bahagia?
24. Adakah hal yang saya tunda?
25. Apakah saya selalu memikirkan diri sendiri?
26. Apakah saya suka menyimpan dendam?
27. Apakah saya selalu mengingat-ngingat masa lalu?
28. Apakah saya membiarkan pikiran negatif orang lain mempengaruhi saya?
29. Apakah saya bisa memaafkan diri sendiri?
30. Apakah saya cukup sering tersenyum?
31. Apakah saya cukup sering tertawa?
32. Apakah saya mengelilingi diri saya dengan orang-orang positif?
33. Apakah saya orang yang positif?
34. Apakah saya menyediakan cukup waktu untuk merawat diri?
35. Apakah ambisi rahasia saya?
36. Apakah yang ingin orang-orang ingat tentang saya di akhir hidup nanti?
37. Apakah arti sukses untuk saya?
38. Bagaimana saya dapat memberi arti bagi hidup orang lain?
39. Bagaimana saya dapat melayani sesama?
40. Hal apakah yang dapat saya lakukan lebih baik dibandingkan orang lain?
41. Apakah 3 kekuatan terbesar saya?
42. Apakah saya bergerak menuju ke pencapaian mimpi-mimpi saya?
43. Apakah saya menceritakan pada orang lain apa yang sungguh-sungguh saya inginkan dalam hidup?
44. Seperti apakah rupa hari yang indah menurut saya?
45. Ingin seperti apakah anda 1 tahun lagi? 5 tahun lagi? 10 tahun lagi? 20 tahun lagi?
46. Seperti apakah bentuk lingkungan untuk hidup yang baik menurut saya?
47. Apakah yang ingin saya perbuat jika saya tidak mempunyai rasa takut?
48. Apakah yang ingin saya perbuat jika uang bukanlah hal yang penting?
49. Alasan-alasan apa sajakah yang sering saya ucapkan?
50. Apakah saya menikmati apa yang saya lakukan sehari-hari?
51. Apakah saya berada di jalan yang benar?
52. Apakah saya meyayangi diri sendiri?
53. Apakah saya baik pada orang lain?
54. Apakah saya mengambil sesuatu tanpa imbalan?
55. Apakah saya sedang melakukan hal yang paling penting saat ini?
56. Apakah ada hal-hal dalam hidup yang perlu saya beri perhatian lebih?
57. Apakah saya sudah menggunakan waktu saya dengan sebaik-baiknya?
58. Apakah yang bisa saya lakukan saat ini yang dapat membuat perbedaan terbesar dalam hidup?
59. Apakah yang sedang saya hindari?
60. Hal-hal apa sajakah yang saya bisa bertoleransi?
61. Apakah saya membuat tujuan-tujuan yang jelas dengan batas waktu pencapaiannya?
62. Apakah saya memegang janji-janji yang telah saya buat pada diri sendiri?
63. Apakah saya memegang janji-janji yang telah saya buat pada orang lain?
64. Jika saya ingin kehidupan saya sempurna, apakah yang harus saya rubah?
65. Apakah yang sedang saya cari sungguh-sungguh saat ini?
66. Bagaimana saya membuat hidup saya lebih sederhana?
67. Kegiatan apa saja yang saya lakukan tetapi saya tidak menikmatinya? Apakah kegiatan tersebut sungguh-sungguh harus dilakukan? Dapatkan saya mendelegasikannya atau membayar orang lain untuk melakukan itu?
68. Apakah saya melihat diri saya sebagai seorang yang cukup kreatif?
69. Apakah saya membiarkan diri saya untuk menjadi orang yang kreatif?
70. Dapatkah saya menjadi seseorang yang spontan?
71. Apakah saya terlalu kritis pada diri sendiri?
72. Apakah saya terlalu kritis pada orang lain?
73. Apakah saya dapat melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda?
74. Hal-hal apa sajakah yang telah saya selesaikan?
75. Hal-hal apa sajakah yang menjadi sumber stress dalam hidup?
76. Bagaimana saya dapat mengurangi stress dalam hidup?
77. Kemana sajakah uang saya dipergunakan?
78. Bisakah saya mengelola keuangan saya?
79. Punyakah saya rencana keuangan untuk masa depan?
80. Untuk apa sajakah waktu saya dipergunakan?
81. Sudahkah saya membuat sistim pengelolaan waktu yang efisien?
82. Apakah 3 prioritas terbesar saya dalam hidup?
83. Siapakah orang terpenting dalam hidup saya?
84. Siapakah yang mencintai saya?
85. Siapakah yang peduli kepada saya?
86. Untuk siapakah anda bekerja keras?
87. Apakah tempat tinggal dan lingkungan kerja saya telah diatur sedemikian rupa sehingga memberi kenyamanan pada saya?
88. Apakah saya mempunyai pola hidup yang sehat?
89. Apakah saya sering terbawa emosi?
90. Apakah saya dapat melupakan kesalahan-kesalahan yang telah saya buat di masa lalu?
91. Apakah saya mengijinkan diri saya untuk melakukan kegagalan?
92. Apakah saya mempelajari kegagalan-kegagalan saya?
93. Apakah saya cepat menanggapi ketika sesuatu berjalan tidak semestinya?
94. Apakah keyakinan-keyakinan saya telah bekerja dengan baik?
95. Apakah saya melonggarkan aturan-aturan yang telah saya buat untuk diri sendiri dan orang lain?
96. Apakah impian masa kecil saya yang terlupakan?
97. Siapa sajakah idola/tokoh yang saya tiru?
98. Apakah saya asli? Apakah saya menjadi diri saya sendiri atau sedang mencoba menjadi seseorang yang lain?
99. Bagaimana jika …?
100. Mengapa tidak …?
101. Bagaimana saya dapat …?
Pertanyaan manakah yang membuat anda paling tersentuh? Silahkan sharing kan disini, atau
Jika anda memiliki pertanyaan refleksi yang lain juga bisa disharingkan disini.

5 Alasan Utama Mengapa Kita Ingin Mencapai Kesuksesan

alasan sukses

Mungkin bagi sebagian orang judul diatas agak sedikit aneh atau membingungkan. Tetapi saya mohon anda menyimpan kebingungan anda terlebih dahulu sampai anda selesai membaca habis keseluruhan isi dari artikel ini. Semoga pada saat akhir nanti, anda dapat memahami apa yang saya maksudkan dengan ’alasan mencapai kesuksesan’ tersebut.
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel saya sebelumnya : Apa Arti Sukses Bagi Anda.
Setiap hari kita berpikir tentang mimpi atau tujuan-tujuan kita. Setiap hari kita maju selangkah demi selangkah menuju ke arah kesuksesan yang kita inginkan. Seringkali kita terlalu fokus pada mimpi-mimpi kita sehingga kita tidak mempunyai waktu untuk memikirkan mengapa kita harus mencapai sukses. Apa alasan kita untuk sukses? Apakah kita betul-betul menginginkannya?
Memang sepertinya ini adalah hal yang sepele, untuk apa saya memikirkan alasannya, saya kan harus fokus pada pencapaian mimpi-mimpi saya. Percayalah ketika anda berhasil menemukan alasan mengapa anda ingin mencapai kesuksesan, anda akan lebih eksplosif ketika anda berhasil meraih kesuksesan anda.
Untuk lebih memperjelas, saya meminta bantuan anda untuk membayangkan kesuksesan adalah sebuah perjalanan. Perjalanan kadang-kadang dapat dilampau dengan mudah dan kadang-kadang juga sangat sulit. Kesuksesan dapat juga sebuah perjalanan pendek atau perjalanan yang sangat panjang.
Kemudian coba anda ingat-ingat kembali satu saja contoh kesuksesan kecil anda. Lompatlah pada satu titik dimana perjalanan menuju kesuksesan tersebut bermula. Rasakan perasaan dan emosi anda saat itu.
Apa alasan anda menentukan tujuan atau mimpi anda tersebut?
Apa langkah pertama yang anda ambil saat itu dan bagaimana anda melakukannya?
Coba identifikasikan faktor-faktor apa saja yang memotivasi anda atau membangkitkan semangat anda untuk terus maju?
Identifikasikan juga hal-hal apa saja yang menghalangi anda? Bagaimana anda mengatasi masalah-masalah tersebut?
Apakah anda betul-betul bahagia atau mungkin malah kecewa karena mimpi atau tujuan anda tersebut tidak membuat anda merasa puas?
Tidak perlu khawatir jika pertanyaan-pertanyaan diatas menyulitkan anda. Untuk membantu menjawabnya, saya akan menguraikan mengenai 5 alasan utama mengapa kita ingin mencapai kesuksesan.
1. Kita ingin mencapai kesuksesan karena itu adalah bagian dari rencana hidup kita.
Sukses terkait erat dengan rencana penting dalam hidup kita seperti kelulusan, mendapatkan pekerjaan yang diidamkan, memulai bisnis sendiri atau memulai sebuah hubungan baru. Pencapaian terhadap rencana-rencana ini adalah kesuksesan bagi kita. Masing-masing dari pencapaian tersebut membawa perasaan dan emosi yang positif karena kita mengetahui bahwa rencana-rencana tersebut telah berhasil terpenuhi dan itu menandakan bahwa kita telah membuat sebuah kemajuan yang nyata.
2. Kita menginginkan manfaat dari suatu kesuksesan.
Dalam banyak kasus kita ingin merasakan manfaat yang didapatkan sehubungan dengan pencapaian suatu kesuksesan. Dalam pikiran kita, telah tertanam suatu pernyataan bahwa ada suatu ikatan yang kuat antara sukses yang diraih dengan manfaat yang didapat. Ikatan ini menyebabkan kesuksesan menjadi sangat kita inginkan dan kita nikmati prosesnya.
3. Kita menyukai perasaan kemenangan.
Pencapaian kesuksesan adalah sebuah pengalaman yang sangat positif yang menambah nilai pada diri kita dan melambungkan ego kita. Pencapaian kesuksesan dapat dikatakan juga sebuah kemenangan pribadi. Orang-orang menyukai kemenangan. Ini adalah suatu perasaan yang sangat wajar. Ketika dua orang anak bermain game, masing-masing dari mereka menginginkan kemenangan. Meskipun ada hadiah yang diperebutkan, mereka tidak terlalu menghiraukan. Jauh dalam lubuk hati kita, termasuk kedua anak itu, kita menyukai perasaan menjadi pemenang.
4. Kita menginginkan dorongan/rangsangan dalam hidup kita.
Mengetahui bahwa ada mimpi atau tujuan yang ingin kita capai, akan merangsang kita untuk bertindak. Semakin menantang mimpi/tujuan tersebut, semakin kuat juga perasaan untuk sukses. Hal inilah yang akan membuat hidup kita selalu bersemangat. Kita akan termotivasi untuk pencapaian mimpi/tujuan yang lebih besar dan menantang. Secara otomatis diri kita pun akan selalu berkembang menjadi lebih baik dan lebih baik ke tingkat yang lebih tinggi.
5. Kita ingin mengkompensasikan kegagalan-kegagalan kita di masa lalu.
Kita semua pernah mengalami kegagalan. Kegagalan-kegagalan tersebut sangatlah tidak mengenakkan dan merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan kita, tetapi dari setiap kegagalan tersebut selalu terdapat pembelajaran yang positif. Kegagalan-kegagalan tersebut dapat lebih mengobarkan semangat kita dalam meraih impian. Kita mengalami kekalahan, tetapi kita menginginkan kemenangan di saat akhir. Sebuah kemenangan, akan mengkompensasi semua pengalaman pahit kita saat mengalami kegagalan-kegagalan.
Hal ini seringkali menjadi dasar mengapa kita ingin mencapai kesuksesan.
Mudah-mudahan hal-hal diatas dapat membantu anda menemukan alasan mengapa anda ingin mencapai sebuah kesuksesan.

9 Tips Untuk Hidup Lebih Bahagia

senyum bahagia

1. Jangan Takut dan Khawatir
    Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Sebagian besar hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita khawatir dan takut?
2. Jangan Pernah Menyimpan Dendam
    Dendam adalah hal terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati. Maukah anda membawanya sepanjang hidup? …. Saya rasa tidak. Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam, sudah pasti tidak ada gunanya. Gunakanlah energi kita tersebut untuk hal-hal yang positif.
3. Fokus Pada Satu Masalah
    Jika kita memiliki beberapa masalah, selesaikanlah masalah kita satu per satu. Jangan terpikirkan untuk menyelesaikan masalah secara sekaligus karena justru akan membuat kita semakin stress.
4. Jangan Membawa Tidur Masalah Anda
    Masalah adalah hal yang sangat buruk untuk kesehatan tidur kita. Pikiran bawah sadar kita adalah hal yang luar biasa yang dapat membuat kita gelisah dan tidur kita menjadi tidak nyenyak.
5. Jangan Mengambil Masalah Orang Lain Untuk Anda Selesaikan
    Membantu orang lain yang sedang dalam masalah adalah hal yang mulia, tetapi jika kita mengambil porsi terbesar untuk menyelesaikan masalah orang lain tersebut justru itulah kesalahan terbesar. Biarkanlah orang tersebut yang menyelesaikan masalahnya sendiri dengan porsi terbesar.
6. Jangan Hidup di Masa Lalu
    Mungkin terasa nyaman bagi kita mengingat hal-hal yang menyenangkan di masa lalu tetapi jangan anda terlena didalamnya. Konsentrasilah dengan apa yang terjadi saat ini, karena kita pun akan bisa merasakan banyak kebahagiaan di saat ini. Saya yakin kita akan mempunyai perasaan yang jauh lebih berbahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini dibanding dengan mengingat-ngingat kebahagiaan di masa lalu.
7. Jadilah Pendengar yang Baik
    Mungkin sebagian besar orang termasuk saya :) susah untuk menjadi pendengar yang baik. Justru sebaliknya kita mengharapkan orang lain yang mendengarkan omongan kita, tetapi sebetulnya dengan belajar mendengarkan orang lain, kita akan mendapatkan banyak hal baru yang dapat sangat berguna bagi kebahagiaan hidup kita.
8. Jangan Biarkan Frustasi Mengatur dan Bahkan Mengacaukan Hidup Anda
    Kasihanilah diri kita lebih dari apa pun, maksud saya adalah janganlah kita menyerah pada frustasi. Maju terus. Ambillah tindakan-tindakan positif dan lakukanlah dengan konsisten.
9. Bersyukurlah Selalu
    Bersyukur dan berterimakasihlah atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja tetapi juga hal yang negatif, karena saya percaya dibalik setiap hal yang negatif tersebut ada hal baik yang bisa kita pelajari.

5 Alasan Mengapa Anda Harus Banyak Tersenyum


senyum

Tersenyum adalah suatu tindakan yang paling mudah, paling sederhana, paling murah dan paling menyenangkan di dunia.
Seringkali kita melupakan tindakan ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita merasa sudah terlalu letih oleh kerjaan yang menumpuk, membayar tagihan-tagihan atau kasir toko yang menyebalkan ketika tadi berbelanja.
Para pembaca yang budiman, simaklah berikut ini 5 alasan mengapa anda harus banyak tersenyum :
1. Anda akan mendapatkan lebih banyak kebahagiaan
Cobalah paksakan diri anda untuk tersenyum selama 30 detik mulai dari sekarang. Lakukan pula ketika anda mengalami kemalangan. Dengan membiasakan tersenyum, tidak peduli bagaimana perasaan anda saat itu, di dalam tubuh anda akan terjadi reaksi-reaksi kimia yang dapat membuat anda merasa bahagia.
Cobalah dan rasakan perbedaannya. :)
2. Senyuman dapat merubah keadaan anda
Jika anda merasa putus asa, marah atau bosan, sebuah senyuman akan mengubah keadaan emosi anda menjadi lebih positif. Dan sebuah keadaan yang positif tidak hanya membuat hidup anda lebih menyenangkan tetapi juga membuka segala kemungkinan lain dalam pikiran anda. Anda akan melihat dunia dengan cara yang berbeda melalui lensa kebahagiaan. Dari situ anda dapat mulai membangun sederetan tindakan yang positif dan berinterasksi dengan banyak orang setiap harinya.
3. Senyuman dapat mengubah keadaan orang lain
Jika anda berjalan ke dalam sebuah ruangan atau menuju ke sebuah toko dengan senyuman di wajah anda, akan membuat semuanya berbeda. Semua orang akan berbalik tersenyum pada anda. Hal ini akan banyak membantu mencairkan setiap ketegangan atau kekakuan yang ada. Interaksi anda akan lebih terbuka, santai dan penuh dengan kegembiraan.
4. Tersenyum? Apa ruginya?
Ketika memilih antara mengerutkan dahi, ekspresi kosong atau tersenyum, tampaknya pilihan terakhir adalah pilihan yang paling produktif dan positif, bukankah demikian? Seringkali anda lupa untuk tersenyum atau mungkin anda tidak terlalu suka untuk tersenyum. Tapi jika anda berusaha untuk menggunakan senyuman anda sesering mungkin, anda lama-kelamaan akan mempunyai kebiasaan yang baru, kebiasaan yang jauh lebih positif. Jika anda termasuk orang yang selalu memperhitungkan untung rugi untuk segala hal, cobalah pertanyaan ini, ‘apa ruginya anda tersenyum?’ :)
5. Lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan yang sebaliknya
“Dibutuhkan tujuh puluh dua otot untuk berkerut, tetapi hanya tigabelas otot untuk tersenyum.”
- Anonim -
Jadi sebetulnya anda menggunakan jauh lebih sedikit otot ketika tersenyum dibandingkan saat anda mengerutkan dahi atau memasang muka marah. Dengan membiasakan diri untuk tersenyum, maka otot tersenyum anda akan menjadi lebih kuat daripada otot untuk mengerutkan dahi anda, sehingga lama kelamaan anda akan lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan hal yang sebaliknya.

Mengapa Anda Tidak Perlu Khawatir Dengan Kegagalan?

kegagalan
Jika anda pernah mencoba sesuatu hal yang baru dan gagal, saya yakin bahwa anda adalah seseorang yang enak untuk saya ajak bicara dibanding dengan orang-orang yang merasa semuanya lancar-lancar atau baik-baik saja.
Orang-orang seperti itu menurut saya, tidak pernah mencoba sesuatu hal yang baru. Namun anda adalah seseorang yang berbeda …… lho dari mana saya tahu? …. Karena anda berkunjung ke blog saya dan membaca artikel-artikel saya ini, yang berarti anda ingin merubah kehidupan anda menjadi lebih baik dari saat ini. Anda ingin mencari sesuatu hal yang baru yang dapat anda terapkan di kehidupan anda.
Anda mempunyai semangat dan saya yakin anda juga mempunyai pengalaman hidup yang luar biasa. Mungkin sudah banyak sekali kegagalan yang anda rasakan dan mungkin juga sebagian dari anda sudah sampai pada taraf ragu akan keyakinan anda sendiri untuk meraih apa yang anda inginkan. Mampukah saya? Berhasilkah saya? Sepertinya saya tidak sanggup lagi menghadapi kegagalan. (lihat juga : Jangan Biarkan Kekurangan Anda Membatasi Diri Anda Untuk Maju)
Hal-hal dibawah ini adalah beberapa point tentang kegagalan yang ingin saya sharingkan kepada anda. Saya berkonsentrasi penuh selama 3 hari menyusun artikel ini, mudah-mudahan dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk anda. Setidaknya jika ada orang yang sangat terbantu dengan artikel ini, tentu saja akan membuat saya bahagia karena jerih payah saya tidak sia-sia :)

Kegagalan menciptakan pilihan-pilihan baru

Mungkin anda tidak dapat menyerap semua pelajaran yang anda terima dari kegagalan anda, namun tetap saja hal tersebut menjadi harta tak ternilai untuk anda. Kegagalan juga menjadi momen yang tepat dimana anda merenungkan kembali tujuan awal anda, melihat di sekeliling dan memutuskan alasan mengapa anda tidak boleh menyerah.
Bagian yang paling baik dari sebuah kegagalan adalah anda akan dibawa ke sebuah jalan yang belum pernah anda temukan sebelumnya.
Pintu yang baru akan terbuka, hubungan anda dengan beberapa orang mungkin akan bertambah kuat, sebaliknya mungkin juga hubungan anda dengan beberapa orang lain menjadi renggang karena anda gagal.

Kegagalan melatih kesabaran anda

Jika anda adalah orang yang cepat emosi, apalagi ketika anda mengalami kegagalan, itu adalah satu hal yang sangat alamiah. Saya rasa hampir semua orang merasakan kekesalan atau kemarahan ketika menghadapi kegagalan. Namun poin yang pentingnya adalah jangan memendam kekesalan atau kemarahan anda.
Poin kedua adalah jangan berusaha mencari hal-hal untuk dijadikan alasan kegagalan anda. Seperti, saya tidak mendapat dukungan dari pasangan saya, ini akibat saya tidak mempunyai modal yang cukup, saya tidak mempunyai kendaraan pribadi untuk mobilitas saya, saya memang dilahirkan dari keluarga yang bermental kecil, dsb.
Sekali anda menjadikan hal-hal tersebut sebagai alasan kegagalan anda, maka itu akan menjadi bagian dalam diri anda. Anda akan membawa alasan itu kemanapun anda pergi sehingga lama kelamaan akan meracuni anda.
Silahkan lampiaskan emosi anda, tentunya dalam batas-batas wajar. Mungkin anda ingin melampiaskannya dengan menangis, menangislah. Mungkin anda ingin melampiaskannya dengan pergi ke cafe untuk mendengarkan life musik, pergilah ke cafe.
Namun cukup sampai disitu. Masa depan yang sangat cerah masih menanti anda. Bangkit dan berjalanlah kembali.

Kegagalan merupakan sumber dari kreatifitas

Siapa yang menghendaki kegagalan? Namun jika anda tidak pernah berharap untuk mengalami kegagalan maka pikiran anda tidak dirangsang untuk berkembang. Gagal akan mendorong anda menjadi lebih kreatif.
Coba anda ingat-ingat kembali masa kecil anda. Jika anda lupa, anda bisa melihat pada anak anda sendiri atau anak-anak kecil di sekitar anda. Mereka tidak pernah takut akan berbuat kesalahan ataupun mengalami kegagalan. Mereka melakukan semua hal yang ingin mereka lakukan tanpa berpikir panjang resikonya. Kadang mereka jatuh namun dalam sekejap mereka bangkit dan berlari-lari kembali. Mereka kadang menemukan jalan buntu ketika melakukan sebuah permainan namun mereka tidak berhenti, mereka berusaha mencari solusi-solusi yang baru. Akibatnya pikiran mereka begitu kreatif. Kita semua bisa mencontoh pikiran murni mereka yang belum banyak terkontaminasi oleh lingkungan sekitarnya.

Kegagalan akan mengoptimalkan potensi anda

Mungkin anda mempunyai seorang ’guru’ dalam hidup anda atau atasan bagi mereka yang berkarir. Saya percaya bahwa guru atau atasan yang baik akan mengarahkan anda untuk berani mengambil resiko. Mereka mempunyai suatu keyakinan bahwa pikiran yang konservatif tidak akan membuat potensi diri keluar dengan optimal.
Semakin sering anda mengalami kegagalan, otak anda akan semakin dilatih untuk menghadapi permasalahan dan bagaimana mencari jalan keluarnya.
Saya meyakini bahwa setiap orang memiliki potensi diri yang sangat besar dengan keunikannya masing-masing. Anda dapat mengetahui kedahsyatan potensi yang anda miliki hanya dengan keberanian menghadapi masalah, tidak ada jalan lain.
Anda bisa melihat juga artikel rekan saya : Tukang Cendol juga Bisa Sukses.

Anda memperoleh kekuatan dengan mengalami kemalangan

Bersyukurlah jika anda mengalami kegagalan atau kemalangan. Karena dengan kegagalan anda sedang disiapkan untuk meraih kesuksesan yang lebih besar. Anda akan ditempa untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Saya akan memberikan sedikit ilustrasi :
Anda tahu pohon bambu cina? Jika anda termasuk orang yang tidak sabar menunggu pertumbuhan sebuah tanaman, mungkin pohon bambu tersebut sudah menjadi korban anda.
Pohon bambu cina tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 6-7 tahun pertama, mungkin hanya tumbuh beberapa puluh cm saja. Namun setelah waktu tersebut, pertumbuhan pohon bambu cina tidak dapat dibendung, ia tumbuh begitu cepatnya dan ukurannya bukan lagi cm melainkan meter.
Sebetulnya apa yang terjadi pada pohon bambu cina tersebut? …. Selama 6-7 tahun pertama, ia bukannya tidak mengalami pertumbuhan, hanya saja kita memang tidak melihat pertumbuhannya dengan kasat mata. Fokus pertumbuhan pohon bambu cina pada waktu tersebut adalah pada akar, bukan pada batang. Pohon bambu cina sedang menyiapkan pondasi yang kuat agar ia bisa menopang ketinggiannya yang berpuluh-puluh meter.
Bayangkan apa yang terjadi jika pohon bambu cina tidak mempunyai akar yang cukup kuat untuk menopang ketinggiannya? Sedikit tiupan angin saja akan membuatnya tumbang.
Jika anda seringkali mengalami kegagalan dan merasa koq jauh sekali dari kesuksesan yang anda impikan, bukan berarti anda tidak mengalami perkembangan. Justru anda sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa di dalam diri anda. Mental anda sedang ditempa dan dipersiapkan menuju kesuksesan anda. Sama halnya dengan pohon bambu cina tersebut.
Jika anda hanya mengharapkan sebuah hasil yang instan, apapun itu, nasib anda akan seperti pohon bambu yang tidak memiliki akar yang kuat. Sedikit goncangan saja, anda akan jatuh begitu kerasnya.
Jadi sekali lagi bersyukurlah dengan segala kemalangan dan kegagalan anda, anda akan memperoleh kekuatan karenanya.
Bagi anda yang ingin mensharingkan hal-hal sehubungan dengan kegagalan, silahkan untuk menuliskannya di kolom komentar.

Kamis, 16 Agustus 2012

Kecakapan untuk Pelajar

Desain Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah tampak sempurna sebagai pengejawantahan tujuan pendidikan nasional. Yonky Karman mengkalimatkan visi pendidikan nasional secara sederhana sebagai: visi menghasilkan SDM bermutu, berkarakter (cerdas secara intelektual-emosional-spiritual), mandiri, kreatif, kritis, peduli dengan persoalan sekitar. Sayangnya, para pendidik lebih tergoda, atau mungkin terjebak, untuk menyelesaikan materi ajar sesuai dengan ‘tuntutan kurikulum’ – sekedar memenuhi tuntutan silabus – karena Ujian Nasional (UN) menanti dan ‘mengancam’ di ujung jenjang pendidikan.
Praktek pendidikan mengalami distorsi menjadi tak lain sekedar kegiatan mengajar dan melatih demi lulusnya anak didik ujian penghabisan, Ujian Nasional itu. Guru menjadi hamba atas kurikulum. Pendidik ‘semakin abai’ makna filosofis edukasi, educere (bahasa Latin), menarik keluar potensi (anak didik). Padahal sejatinya tak seorang pun dilhahirkan bodoh sehingga perlu dicerdaskan seperti kata John Holt (1927-1985). Tapi mereka hanya perlu dididik supaya tidak memperbodoh diri sendiri. Siswa bukan wadah kosong yang pasif yang perlu diisi, tapi bara yang perlu dijaga panasnya, atau ditiup supaya lidah apinya menyembul.
Uraian berikut adalah beberapa hal (tentunya masih banyak hal penting lainnya) yang saya rasa perlu dishare-kan kepada pelajar sesuai dengan perkembangan dan kapasitas mereka supaya “lidah api mereka menyembul”. Tapi (sebagian) hal-hal ini begitu sering terlewatkan atau terlupa oleh pendidik. Inilah yang saya maksudkan:
Menjadi Diri Sendiri
Anak didik, termasuk juga orang dewasa, terlebih dahulu harus memahami dirinya, barulah memahami apa yang harus dilakukannya. Pelajar perlu mengenal apa yang menjadi kelebihan dan apa yang menjadi kekurangan. Apa yang menjadi tantangan dan apa pula yang menjadi penghambat. Jadi ada semacam SWOT diri sendiri. (Strength, Weakness, Oppurtunity, and Treatment).
Pelajar perlu dididik supaya ketika akan memilih program studi di Kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) bukan semata-mata karena ikut teman sehingga memilih program IPA, IPS atau Bahasa. Atau sebelumnya ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan kemudian di persimpangan antara memilih ke SMA atau SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Dan kemudian, ketika akan melanjut ke perguruan tinggi, memilih jurusan yang memang dirinya. Pelajar perlu tahu apa yang menjadi bakat, minat dan kemampuan. Memilih jurusan atau perguruan bukan untuk gagah-gagahan, bukan juga ikut-ikutan, dan bukan juga asal-asalan, asal-lah masuk. Hal-hal ‘bodoh’ inilah yang perlu diarahkan pendidik.
Janganlah pula orang tua atau guru membuat anak menjadi yang bukan diri mereka. Kegagalan siswa dapat juga terjadi oleh karena mereka justru terlalu mendengarkan saran atau harapan orang tua mereka. Sebenarnya inginnya si anak berbeda dengan inginnya orang dewasa, demi rasa hormat, anak terpaksa memilih sekolah, memilih program studi, memilih jurusan untuk memuaskan orang tua atau guru. Anak berbakat dalam seni, tapi orang tua, mau juga guru, ‘memaksakan’ akuntasi atau Teknik. Orang tua merasa menjadi seniman tidak begitu menjamin. Guru merasa jurusan teknik lebih diperhitungkan ketimbang seni.
Bagi para pelajar yang tengah duduk di bangku kuliah, supaya menguasai latar belakang keilmuannya. Janganlah pula, duduk di fakultas pertanian tapi mengimpi bekerja atau dipekerjakan di Bank. Sehingga kuliah pun asal tamat. Katakanlah alumni SMA saya dan yang juga alumni dari salah satu institute pertanian terbesar di negeri ini. Lebih banyak di antara mereka yang bekerja sebagai pegawai Bank atau perusahaan daripada yang bekerja sesuai dengan latar belakang keilmuannya. Dan tidak ada yang tinggal di daerah kami untuk mengoptimalkan potensi agraria daerahnya. Tidakkah ada yang tertantang untuk memajukan pertanian, dan dengan demikian mengangkat kualitas hidup petani di kampung kami ini?
Menguasai Bahasa Inggris
Kecakapan dalam berbahasa Inggris memberikan banyak kemudahan, membuka peluang dan memberikan nilai lebih. Banyak literature dalam bahasa Inggris yang demikian berkualitas. Beasiswa ke luar negeri selalu memberikan syarat kecakapan bahasa Inggris. Lihatlah lowongan-lowongan pekerjaan yang bertabur di koran. Barang-barang elektronik. Obat-obatan dan sebagainya pun banyak dengan mensyaratkan bahasa Inggris.
Para pelajar sejak dini perlu dididik untuk mencintai bahasa Inggris. Kelak akan sangat berguna. Dan juga untuk kepentingan masa depan. Tapi, jangan sampai terjebak. Mendewa-dewakan bahasa Inggris. Bahasa Indonesia ditinggalkan. Bahasa ibu sekalipun tak kurang pentingnya! Tak seorang pun bisa begitu mengenal suatu bangsa tanpa tidak mengenal bahasanya.
Ada juga orang yang merasa bahwa bahasa Inggris itu lebih dalam dari bahasa Indonesia. Komentar yang menggelikan. Bukan sekedar alasan nasionalisme, Bahasa Indonesia tak kurang dalam, tak kalah hebatnya dalam bahasa Inggris dalam memberikan makna. Orang-orang yang beranggapan demikian saya rasa orang yang belum begitu memahami kesusasteraan negerinya.
Saya sendiri sekalipun tidak berlatar belakang pendidikan dalam sastra atau bahasa Inggris, dan juga tidak bekerja sebagai guru bahasa Inggris, tidak jarang untuk sekedar mengingatkan siswa saya supaya meningkatkan kecakapan bahasa Inggris.
Cakap dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi
Teknologi dan/atau Informasi adalah kekuasaan. Ini jugalah yang membuat mata pelajaran Tikom (Teknologi Informasi dan Komunikasi) diajarkan. Perkembangan teknologi informasi demikian hebatnya. Siapa yang tidak bisa menggunakannya akan tergerus oleh zaman. Akan tersisih.
Para pelajar harus senantiasa mengikuti perkembangan teknologi yang melesat tinggi ini. Dibutuhkan kecakapan untuk mencari, memilih dan memilah (jenis) informasi yang mengalir deras. Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat dijadikan iklim yang baik untuk tumbuh dan berkembangnya potensi para pelajar.
Kecakapan Statistis
Suatu kecenderungan untuk mengukur segala sesuatunya dengan angka-angka. Survei dan pengolahan data penelitian selalu membutuhkan statistika. Demikian juga dalam memahami data-data, apalagi data yang terpampang dalam angka-angka (data kuantitatif), membutuhkan kemampuan statistis untuk menafsir dan menyimpulkan secara logis.
Mulai jurnal ilmiah, laporan perusahaan, administrasi perkantoran, sampai jurusa jurnalistik sarat dengan data statistis. Dan, sangat gampang berbohong atau menipu melalui statistika. Jadi supaya tidak gampang dibodoh-bodohi lewat statistika, maka kecakapan statistis ini wajib dimiliki para pelajar. Kecakapan ini akan menelanjangi kebohongan para penjahat intelektual yang mempermainkan data-data.
Kecakapan Politis
Inilah salah satu kecakapan yang paling sering tidak mendapat perhatian di bangku sekolah. Bahkan politik sering diidentikkan dengan sesuatu yang busuk. Atau suatu paradigma bahwa politik sesuatu yang bukan untuk kita. Rekan guru sendiri pun tak sedikit yang alergi membicarakan politik. Kebijaksanaan diartikan sebagai kepicikan, curang dan keserakahan. Politik kehilangan makna sejatinya. Padahal politik itu mewadahi kita. Ada di dalam dan di sekitar kita. Tapi memang politik dalam kuadran yang lebih spesifik, dalam ke-tatanegara-an begitu kompleks. Pandangan politik suatu bangsalah menjadi titik kulminasi semua kebijakan pemerintahannya.
Para pelajar sejak dini sudah harus dididik apa sejatinya politik itu? Apa hakikat politik itu? Kelak ketika pelajar itu menjadi betul-betul menjadi seorang terpelajar tidak sekedar alat penguasa semata. Syukur-syukur kalau penguasa yang memakainya tidak lalim. Pelajar dan kaum terpelajar sebisa mungkin harus menyadari dan mengikuti perkembangan arus politik apa yang mengalir.