Minggu, 08 Juli 2012

9 hewan teraneh di dunia

1. Kodok Kepala 3
Ditemukan di Inggris oleh seorang anak. Konon sih, pada meyakini kalo kodok ini ada akibat pencemaran lingkungan yg menyebabkan mutasi.
2. Anak Kucing Mata 1
Sempat dikira hasil manipulasi foto, tapi ternyata tidak. Hidup selama 1 hari, dan tidak memiliki hidung.
3. Ayam Tanpa Kepala
Mampu bertahan hidup selama 18 bulan ke depan tanpa kepala. Namun, ayam ini bisa bertahan hidup karena sebagian besar dari inti otak dan telinganya masih ada di tubuhnya. Mike adalah ayam yg masuk ke dalam Guiness world of records.
4. Beruang Ungu
Pelusa, seekor beruang kutub betina memiliki bulu berwarna ungu setelah mendapat treatment untuk kulit. Pelusa dapat ditemui di kebun binatang Mendoza City di Argentina. Namun beberapa hari kemudian, bulu Pelusa kembali ke warna aslinya, yaitu putih.
5. Lumba-Lumba
Wekz…Lumba-lumba sih ga aneh. Tapi lumba-lumba yg ditemuin di Pear River Delta ini bukan lumba2 biasa. Banyak asumsi yg berkembang tentang lumba2 ini, tapi ga tau mana yg bener.
6. Sapi berkaki 6
Diberi nama Cham Lenk, yang artinya aneh.
7.Sunfish
Ikan laut terbesar jenis Sunfish paling aneh. Dia punya bentuk hampir bulat, dan badan yg datar. Beratnya sampe 2 ton dan 3 m panjangnya. Kepalanya hampir 3x dari panjang keseluruhan badannya
8.Liger
Katanya harimau siberian adalah kucing terbesar di dunia. Wow…jangan salah. Kucing terbesar di dunia adalah Liger, yaitu anak dari singa jantan dan harimau betina
9.Tigon
Tigon adalah perpaduan dari harimau jantan dan singa betina.

Sains dan Teknologi Dunia Belahan Timur

Kemajuan negara-negara Asia seperti China, Jepang, Singapura dan India seolah memberi tanda kepada dunia bahwa Asia yang dulunya hanya menjadi penonton kesuksesan Barat sekarang telah bangkit dan menjauh dari keterpurukan. Kemajuan di berbagai bidang seperti sains dan teknologi menjadi pemicunya. Selain itu, masyarakat Asia sekarang sudah lebih mengerti bagaimana caranya menjadi bangsa yang besar dengan bekal ketekunan dan komitmen.

China, Singapura dan Jepang sebagai contoh negara yang berhasil menjadi negara maju dengan pendapatan perkapita yang tinggi telah memberikan radar positif bagi negar-negara Asia lainnya termasuk Indonesia. Hal ini terbukti dengan kemajuan di bidang sains dan teknologi yang melanda tiga negara tersebut, selain itu juga ada India yang ikut di dalamnya. Penemuan-penemuan baru hasil penelitian telah memberikan efek positif bagi perkembangan teknologi negara. Lihat saja hasilnya, China, Jepang dan India telah berhasil menunjukkan eksistensinaya di bidang teknologi. China dengan para penelitinya sekarang tidak kalah dengan Jepang, mereka berhasil mengembangkan berbagai macam alat dan komponen robotik yang dapat di manfaatkan dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Sedang India saat ini mulai mengembangkan kreativitasnya dengan pengembangan IT.

Hal ini semestinya dapat mendongkrak semangat bangsa Indonesia untuk bangkit dan keluar dari mindset zaman dulu yang tidak berkembang. Sudah saatnya Indonesia menunjukkan eksistensinya dalam bidang sains dan teknologi. Menciptakan invensi dan inovasi-inovasi baru yang berguna bagi bangsa dan bernegara yang dapat merambah pasar global. Berkaitan dengan hal itu, sudah jelas nampaknya apabila pendidikan merupakan kunci utama yang membawa Indonesia ke gerbang IT yang lebih berkualitas.

Mutu pendidikan perlu ditingkatkan baik dalam tataran pendidikan pengetahuan umum hingga pengetahuan secara khusus menyangkut masalah rekayasa dan teknologi. Indonesia masih memerlukan banyak sekali sarana-sarana yang dapat menunjang kinerja para peneliti untuk menciptakan sesuatu yang baru, tak heran jika banyak sekali peneliti berbakat kita yang justru bekerja untuk negara luar Indonesia. Hal ini juga dapat dikarenakan oleh kurangnya perhatian pemerintah terhadap mereka (para peneliti/ilmuwan).

Perguruan tinggi Indonesia seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gajah Mada (UGM) mungkin menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang menyumbangkan banyak para ilmuwan berbakat kepada negara-negara Barat dan Eropa. Jika benar demikan, maka Indonesia perlu mengambil sebuah tindakan.

Sejauh ini, Indonesia menghasilkan banyak sekali para sarjana-sarjana dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. UI (Universitas Indonesia) salah satunya, pada tahun akademik 2011/2012 telah mewisuda 2.143 Sarjana, belum lagi ditambah dengan wisudawan dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang lain di Indonesia. Yang layak kita perhatikan adalah adanya keputusan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang mengeluarkan sebuah SK  berisikan aturan-aturan bagi para calon  Sarjana, Magister maupun Doktor. Kurang lebih isinya adalah mewajibkan para calon lulusan untuk mempublikasikan makalah karya ilmiah ke jurnal ilmiah. Alasanya karena jumlah makalah karya ilmiah yang dipublikasikan para lulusan Sarjana, Magister, dan Doktor di Indonesia sangat kurang. Kita masih kalah dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Bangsa kita saat ini sangat membutuhkan orang-orang yang memiliki kreativitas yang sangat tinggi. Banyak sekali penemuan-penemuan baru dari peneliti kita yang seharusnya diperuntukkan bagi bangsa kita sendiri, bukan bangsa lain. Langkah konkret yang perlu diambil adalah memulangkan para Ilmuwan tersebut kembali ke Indonesia.

Mungkin itulah salah satu hal yang perlu dibenahi oleh bangsa Indonesia. Jika China bersedia merogoh kocek mereka lebih dalam demi menyediakan labolaturium lengkap bagi para peneliti mereka, serta India yang menyediakan sekolah/perguruan tinggi yang berkualitas seperti Indian Institut Technology (IIT) dan Ramanujan School of Mathematics, maka Indonesia diharapkan dapat memberikan lebih dari itu. Perhatian terhadap para generasi berbakat sangat perlu di tingkatkan.

10 Penemuan Terbaru SAINS 2010 yang Menggemparkan Dunia

Tahun 2010 menjadi ajang pembuktian dari kreatifitas para ilmuan dari berbagai bidang seperti kimia, astronomi, biologi, arkeologi, dan palaentologi yang telah berhasil menemukan fakta-fakta spektakuler dalam sains. Fakta apa sajakah itu?

Berikut 10 penemuan terheboh sepanjang 2010 yang dipublikasikan oleh Majalah Times di Amerika. Sebagai warga Indonesia, sepertinya kita harus ikut bangga karena salah satu penemuan teresbut adalah hasil karya anak bangsa…

1. Dinosaurus Bertanduk

Dinosaurus Bertanduk

Fosil
Bulan September tahun ini, para ilmuwan resmi menamai satu golongan baru dinosaurus yang disebut Kosmoceratops. Berat badan golongan dinosaurus tersebut mencapai 2500 kilogram (2.5 ton). Uniknya, terdapat 15 buah tanduk di kepalanya. Kosmoceratops sebenarnya telah ditemukan pada tahun 2007, namun para ilmuwan baru bisa mengidentifikasinya tahun ini. Golongan dinosaurus itu diduga hidup 76 juta tahun yang lalu di wilayah yang kini dikenal dengan nama Utah, Amerika Serikat.

2. Muons dan Material Pembentukan Alam Semesta

Muons dan Material Pembentukan Alam Semesta
Para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah materi dan anti materi yang dihasilkan sebelum big bang haruslah berbeda. Hanya perbedaan itulah yang memungkinkan terciptanya semesta. Sebelumnya, perbedaan itu hanya mungkin dalam teori. Hingga tahun ini, percobaan partikel di Fermilab menemukan bahwa muons (partikel sub atomik seperti halnya elektron) yang dihasilkan memiliki kelebihan 1% anti muons. Perbedaan muons dan anti muons tersebut memang tidak terlalu banyak. Namun, para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah itu cukup untuk memacu terciptanya semesta.

3. Bulan Lebih Basah Daripada Sahara

Bulan Lebih Basah daripada Sahara
Misi Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS) berhasil menemukan keberadaan air di bulan, tepatnya di wilayah kutub selatan bulan. Jumlah air di permukaan bulan yang ditemukan dalam riset tersebut sangat mengejutkan, lebih dari 50% dari yang diharapkan. Air yang terdapat di kutub selatan bulan itu terdapat dalam bentuk es yang tercampur dengan materi lain. Para peneliti mengatakan, es tersebut bisa diolah menjadi air murni. Akhirnya para astronom tidak perlu capek-capek lagi bawa air ke bulan untk sekedar buat bekal.

Sponsored Links:

<p>Your browser does not support iframes.</p>


4. Piramida Teotihuacan di Meksiko

Piramida Teotihuacan di Meksiko
Para arkeolog yang meneliti Pyramid Mexico Teotihuacan berhasil menemukan koridor selebar 12 kaki lengkap dengan bagian atapnya. Dengan penemuan koridor tersebut, para arkeolog berharap bisa mengetahui jalan menuju pemakaman para rabi atau pemimpin agama dalam peradaban Mexico tersebut.

5. Gen Penyebab Penuaan

Gen Penyebab Penuaan
Mengapa orang-orang tertentu tampak cepat tua? Para ahli genetika menemukan bahwa hal tersebut disebabkan oleh ulah gen TERC. Gen tersebut menentukan panjang telomer, semacam tutup yang terdapat pada ujung kromosom. Orang pembawa gen itu akan cenderung mengalami penuaan lebih cepat sebab telomernya akan memendek lebih cepat. Orang yang membawa satu copy gen itu misalnya, akan tampak sama tua dengan orang yang 3-4 tahun lebih tua darinya. Penelitian tentang gen TERC itu dipublikasikan dalam Jurnal Genetics.

6. Planet Ekstra Surya

Planet Ekstra Surya
Para peneliti menemukan bahwa terdapat banyak sekali planet di luar tata surya. Salah satunya adalah planet HIP 13044b yang ditemukan oleh Astronom asal Indonesia, Johny Setiawan. Planet tersebut sebenarnya merupakan planet ekstra surya tetapi masuk ke galaksi Bima Sakti. Penemuan planet ekstra surya lainnya adalah adanya 7 planet yang mengorbit pada bintang HD 10180. Sementara, penemuan planet lainnya yang juga memukau adalah Gliese 581g, planet ekstra surya dikatakan mengorbit bintangnya pada jarak yang tak terlalu pnas ataupun dingin, seperti bumi mengorbit matahari.

7. Penemuan Metamaterial

Penemuan Metamaterial
Penemuan ini dilakukan oleh Profesor Martin McCall dan Imperial College, London. Metamaterial yang dibuat dikatakan bisa “mengaduk” aliran energi elektromagnetik. cahaya yang melewati metamaterial tersebut akan terhambur secara tidak merata, membentuk gap antara ruang dan waktu.

8. Penemuan Australopithecus sediba


Penemuan Australopithecus sediba
Para ilmuwan menemukan fosil Australopithecus sediba, sebuah spesies manusia purba di wilayah Malapa, Afrika Selatan. Fosil tersebut diduga berasal dari masa 2 juta tahun yang lalu. Para palaentolog menduga, fosil tersebut berkaitan dengan fosil manusia purba Homo erectus yang secara evolusioner kemudian berkembang menjadi Homo sapIens atau manusia modern. Penemuan spesies ini, menurut para ilmuwan, bisa melengkapi data evolusi manusia.

Penemuan baru dunia sains 2010


Belum lama berselang, tepatnya tanggal 5 Juni yang lalu, suatu berita
besar iptek muncul dari sebuah konperensi fisika “Neutrino 98″ yang
berlangsung di Jepang. Neutrino, salah satu partikel dasar yang jauh lebih kecil daripada elektron, ternyata memiliki massa, demikian laporan dari suatu tim internasional yang tergabung dalam eksperimen
Super-Kamiokande. Tim ahli-ahli fisika yang terdiri dari kurang lebih 120 orang dari berbagai negara termasuk AS, Jepang, Jerman, dan Polandia tersebut melakukan penelitian terhadap data-data yang dikumpulkan selama setahun oleh sebuah laboratorium penelitian neutrino bawah tanah di Jepang.

Jika laporan ini terbukti benar dan dapat dikonfirmasi kembali oleh tim
lainnya maka akan membawa dampak yang sangat luas terhadap beberapa teori fisika, terutama pembahasan mengenai interaksi partikel dasar, teori asal mula daripada alam semesta ini serta problema kehilangan massa (missing mass problem) maupun teori neutrino matahari.
Neutrino, atau neutron kecil, adalah suatu nama yang diberikan oleh
fisikawan dan pemenang hadiah Nobel terkenal dari Jerman: Wolfgang Pauli. Neutrino adalah partikel yang sangat menarik perhatian para fisikawan karena kemisteriusannya. Neutrino juga merupakan salah satu bangunan dasar daripada alam semesta yang bersama-sama dengan elektron, muon, dan tau, termasuk dalam suatu kelas partikel yang disebut lepton. Lepton bersama-sama dengan enam jenis partikel quark adalah pembentuk dasar semua benda di alam semesta ini.
Ditemukan secara eksperimental pada tahun 1956 (dalam bentuk anti
partikel) oleh Fred Reines (pemenang Nobel fisika tahun 1995) dan Clyde
Cowan, neutrino terdiri dari 3 rasa (flavor), yakni: neutrino elektron,
neutrino mu dan neutrino tau. Neutrino tidak memiliki muatan listrik dan
selama ini dianggap tidak memiliki berat, namun neutrino memiliki
antipartikel yang disebut antineutrino. Partikel ini memiliki keunikan karena sangat enggan untuk berinteraksi. Sebagai akibatnya, neutrino dengan mudah dapat melewati apapun, termasuk bumi kita ini, dan amat sulit untuk dideteksi.
Diperkirakan neutrino dalam jumlah banyak terlepas dari hasil reaksi
inti pada matahari kita dan karenanya diharapkan dapat dideteksi pada
laboratorium di bumi. Untuk mengurangi pengaruh distorsi dari sinar
kosmis, detektor neutrino perlu ditaruh di bawah tanah. Dengan mempergunakan tangki air sebanyak 50 ribu ton dan dilengkapi dengan tabung foto (photomultiplier tube) sebanyak 13 ribu buah, tim Kamiokande ini menemukan bahwa neutrino dapat berosilasi atau berganti rasa. Karena bisa berosilasi maka disimpulkan bahwa neutrino sebenarnya memiliki massa.
Penemuan ini sangat kontroversial karena teori fisika yang selama ini
kerap dipandang sebagai teori dasar interaksi partikel, yakni disebut
teori model standard, meramalkan bahwa neutrino sama sekali tidak
bermassa. Jika penemuan neutrino bermassa terbukti benar maka boleh jadi akan membuat teori model standard tersebut harus dikoreksi.
Penemuan neutrino bermassa juga mengusik bidang fisika lainnya yakni
kosmologi. Penemuan ini diduga dapat menyelesaikan problem kehilangan
massa pada alam semesta kita ini (missing mass problem). Telah sejak lama para ahli fisika selalu dihantui dengan pertanyaan: Mengapa terdapat perbedaan teori dan pengamatan massa alam semesta? Jika berat daripada bintang-bintang, planet-planet, beserta benda-benda alam lainnya dijumlahkan semua maka hasilnya ternyata tetap lebih ringan daripada berat keseluruhan alam semesta.
Para ahli fisika menganggap bahwa terdapat massa yang hilang atau tidak kelihatan. Selama ini para ahli tersebut berteori bahwa ada partikel
unik yang menyebabkan selisih massa pada alam semesta. Namun teori
semacam ini memiliki kelemahan karena partikel unik yang diteorikan tersebut belum pernah berhasil ditemukan.
Dari hasil penemuan tim Kamiokande ini dapat disimpulkan bahwa ternyata partikel unik tersebut tidak lain daripada neutrino yang bermassa. Menurut teori dentuman besar (Big Bang) alam semesta kita ini bermula dari suatu titik panas luar biasa yang meledak dan terus berekspansi hingga saat ini. Fisikawan Arno Penzias dan Robert Wilson (keduanya kemudian memenangkan hadiah Nobel fisika tahun 1978) pada tahun 1965 menemukan sisa-sisa gelombang mikro peninggalan dentuman besar yang sekarang telah mendingin hingga suhu sekitar 3 Kelvin. Namun salah satu hal yang masih diperdebatkan adalah masalah ekspansi alam semesta itu sendiri.
Apakah hal ini akan terus menerus terjadi tanpa akhir? Penemuan neutrino bermassa diharapkan akan bisa menjawab pertanyaan yang sulit ini.
Bayangkan suatu neutrino yang sama sekali tidak bermassa, seperti yang diperkirakan selama ini. Gaya gravitasi tentu tidak akan berpengaruh sama sekali pada partikel yang tidak memiliki berat. Namun apa yang terjadi jika neutrino ternyata memiliki berat? Dalam jumlah yang amat sangat banyak neutrino-neutrino ini tentu akan bisa mempengaruhi ekspansi alam semesta. Tampaknya ada kemungkinan ekspansi alam semesta suatu saat akan terhenti dan terjadi kontraksi atau penciutan kembali jika ternyata neutrino memiliki massa.
Terakhir masih ada satu lagi problem fisika yang akan diusik oleh hasil
penemuan ini yaitu problem neutrino matahari, dimana terjadi selisih
jumlah perhitungan dan pengamatan neutrino yang dihasilkan oleh matahari kita.
Untuk keabsahan penemuan ini tim internasional dari eksperimen super
Kamiokande dalam laporannya juga mengajak tim-tim saintis lainnya untuk mengkonfirmasi penemuan mereka. Namun menurut pengalaman di masa lalu, laporan osilasi neutrino dan neutrino bermassa selalu kontroversi dan jarang bisa dikonfirmasi kembali.
Untuk sementara ini para ahli harus sabar menunggu karena eksperimen
semacam ini hanya bisa dilakukan oleh segelintir eksperimen saja di
seluruh dunia. Yang pasti jika hasil penemuan ini memang nantinya terbukti benar maka jelas dampaknya akan sangat terasa pada beberapa teori fisika modern.

Beruang Kutub Ada Sejak 600.000 Tahun Lalu



Beruang kutub ternyata merupakan hewan yang eksistensinya lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya. Berdasarkan penelitian DNA, diketahui bahwa beruang kutub terpisah dari moyangnya, beruang coklat, sejak 600.000 tahun lalu.
Usia ini empat kali lebih tua dari perkiraan sebelumnya, 150.000 tahun lalu. Ini sekaligus mengungkap bahwa beruang kutub menjadi bukti kalau mamalia bisa beradaptasi secara cepat di kehidupan Arktik atau kutub utara.
Menurut para ahli konservasi, hasil penelitian yang dipublikasi di jurnal “Science” ini memiliki dampak terhadap konservasi beruang. Saat ini beruang kutub memang masuk dalam daftar spesies yang terancam punah dalam daftar UU Spesies Terancam Punah Amerika Serikat.
Saat ini, para ahli konservsasi menilai keberadaan mereka terancam karena berkurangnya lautan es di Arktik. Ini merupakan habitat tempat mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka beraktivitas.
Dr Frank Hailer dari Pusat Penelitian Biodiversitas dan Iklim Jerman di Frankfurt mengatakan informasi genetika ini penting bagi isu konservasi. “Ini secara mendasar mengubah pemahaman kami tentang beruang kutub dan konservasi mereka saat ini,” ucap Frank yang juga kepala penelitian tim ini.
“Mereka bisa menyesuaikan diri dengan fase hangat mereka sebelumnya. Namun mereka tetap dalam ancaman kepunahan saat ini,” ucapnya.
Para peneliti ini melihat DNA dari beruang modern saat ini untuk mempelajari sejarah spesiesnya. Penelitian dilakukan dengan menganalisis informasi genetika dari nukleus (inti sel) lebih dari 40 beruang, baik itu beruang coklat, beruang hitam, dan beruang kutub.
Penelitian sebelumnya umumnya dilakukan berdasarkan DNA mitochondrial. Biasanya, fragmen materi genetik mengandung komponen sel kecil, dan itulah yang disebut mitochondria.
Penelitian ini menyebut bahwa beruang kutub berevolusi dari masa Pleistosin pertengahan, sekitar 600.000 tahun lalu. Ini merupakan gambaran dari skenario terbaru dalam sejarah evolusi beruang.
Mamalia pun diketahui memiliki waktu lebih dulu untuk mengkoloni dan beradaptasi di kehidupan Arktik yang keras. Mereka juga diduga telah mengalami variasi siklus panas dan dingin.
Sedikitnya diversitas genetika beruang kutub memperlihatkan bahwa perubahan lingkungan, seperti fase hangat, bisa mengurangi jumlah populasi dalam skala besar.
Para beruang kutub ini pun dianggap menghadapi tantangan lain. Ini termasuk rusaknya habitat mereka, perburuan liar, dan dampak polusi lingkungan.
“Walau beruang kutub bertahan melalui sejumlah fase hangat di masa sebelumnya, sejumlah penyebab stres yang disebabkan manusia (seperti perubahan habitat dan akumulasi racun yang mempengaruhi rantai makanan mereka), bisa memperbesar dampak perubahan iklim saat ini, dan menjadi ancaman bagi keselamatan hidup beruang kutub,” tulis hasil penelitian itu di jurnal “Science”.
Menanggapi hasil penelitian ini, Dr Steven Amstrup, kepala peneliti Polar Bears International, mengatakan perkiraan usia beruang kutub belum terbilang mapan.
Bahkan jika mereka ‘terpisah’ dari beruang moyang mereka, mereka harus melalui dua periode yang lebih hangat dari masa sekarang. Amstrup jug amengatakan, sebagian besar eksistensi mereka dilanjutkan dengan bertahan di usia yang lebih dingin.
“Ini melanjutkan bukti bahwa beruang kutub beradaptasi ke lingkungan dingin. Mereka belum berpengalaman menghadapi iklim yang lebih hangat, seperti yang diperkirakan terjadi dalam 100 tahun ke depan,” ucap Amstrup. |

Beruang Kutub, Si Perenang Jarak Jauh


foto
AP/Sea World San Diego, Bob Couey
Beruang kutub ternyata memiliki kemampuan berenang yang istimewa. Kendati bertubuh besar, predator berwarna putih ini mampu berenang selama berhari-hari di perairan terbuka dan menjangkau jarak ratusan kilometer. Hebatnya lagi, beruang kutub melakukan semua itu sekali jalan.

Para ilmuwan mengetahui kemampuan ini setelah mengamati data pelacakan pergerakan beruang kutub dengan Global Positioning System (alat pemantau lokasi berbasis satelit). Menurut mereka, kemampuan berenang jarak jauh ini terkait erat dengan respons beruang kutub terhadap berkurangnya lapisan es di Kutub Utara.

Lapisan es menjadi habitat penting bagi beruang kutub. Satwa terancam punah ini berburu mangsa, terutama anjing laut, di balik lapisan es. Namun, peningkatan suhu beberapa tahun terakhir telah menghilangkan lapisan es di atas perairan Artik. Akibatnya, lautan yang harus diarungi beruang kutub semakin luas.

Para ilmuwan khawatir, hilangnya lapisan es menyebabkan anak beruang kutub tenggelam saat berenang jarak jauh karena kemampuannya belum sehebat induknya. Walrus juga diperkirakan akan mengalami kesulitan karena hidupnya bergantung pada lapisan es.

Selama enam tahun, para peneliti dari United States Geological Survey menggunakan collar GPS untuk melacak 50 gerakan berenang jarak jauh yang dibuat oleh 20 ekor beruang betina dewasa. Sebanyak 12 ekor di antara beruang dewasa itu mengajak serta anak mereka. Bahkan, sepuluh ekor betina dewasa yang ditangkap setahun kemudian masih membawa anaknya.

Dari data yang didokumentasikan, kelompok beruang itu berenang selama 17 jam hingga 10 hari sejauh 54-687 kilometer di selatan Laut Beaufort. "Pengamatan ini menunjukkan beberapa ekor bayi beruang kutub juga mampu berenang jarak jauh," ujar Anthony Pagano, seorang ilmuwan USGS sekaligus pemimpin penelitian.

Penelitian yang berakhir pada 2009 dan dipublikasikan dalam jurnal Canadian Journal of Zoology edisi 27 April 2012 ini menunjukkan frekuensi berenang beruang kutub meningkat saban tahun. Penelitian juga menunjukkan beruang tidak berhenti untuk beristirahat atau makan selama berenang.

Kurangnya data masa lampau menyebabkan para ilmuwan belum bisa memastikan apakah berenang jarak jauh merupakan kemampuan baru bagi beruang kutub. Namun, mereka tidak menjumpai adanya kawasan laut yang sangat terbuka di selatan Laut Beaufort dalam beberapa dekade terakhir. Kawasan laut terbuka inilah yang mengharuskan beruang kutub berenang hingga ratusan kilometer selama beberapa hari.