Rabu, 25 Juli 2012

ML Memiliki Efek Positif Dan Negatif

 http://2.bp.blogspot.com/-8sf3_mMJ_yg/TVUVkbwgCJI/AAAAAAAAAJw/kWqhXB2Qzf8/s1600/61.jpg
Dunia sex memang sangat rumit seperti apa lagi di kalangan REMAJA, namun karena kerumitannya itu membuat para pakar dan pengamat kesehatan ingin mempelajarinya, saya pun ingin tahu seberapa parah dan bagusnya efek negatif dan positifnya dari kegiatan ML (Making Love).

Efek baiknya



Hal tersebut dapat terjadi karena saat melakukan aktifitas ini maka akan banyak membakar volume lemak tubuh seorang wanita, yang secara tidak langsung akan melangsingkan dan membuat tampilan phisiknya menjadi proporsional, dengan catatan sang wanita harus aktif (garang) alias tidak pasif dalam menikmati aktifitas ini.


2.Seks membuat kulit halus dan rambut berkilau bagi wanita & pria.

Karena pada saat aktifitas ini jumlah produksi hormon esterogen dan testistoren, akan meningkat secara signifikan, sehingga akan mencukupi kebutuhan kulit dan rambut. Selain itu saat dalam aktifitas seks, pori-pori serta bulu-bulu yang tumbuh akan terlihat cerah karena keluarnya keringat yang menyegarkan, bahkan membersihkan pori-pori kulit.


3.Seks teratur dapat membuat seorang wanita kelihatan lebih cantik dan seorang pria pria kelihatan lebih tampan.

Hal ini berkaitan dengan point satu dan dua diatas yang secara tidak langsung akan meningkatkan rasa percaya diri seorang wanita/pria, sehingga secara tidak langsung menimbulkan daya tarik lebih dari biasanya.



Secara keseluruhan seks teratur akan membuat para wanita dan pria menjadi Awet Muda. Karena dengan seks yang teratur akan membuat tubuh menikmati kecukupan atas perolehan Endorfin dan feronom yang sangat membantu menghindarkan dari depresi dengan asupan rasa senang dan perasaan nyaman akibat hormon-hormon ini. Bahkan saya pernah membaca, bahwa seks akan memberikan dampak layaknya obat penenang, bagaikan mengkonsumsi 10x dosis valium. 

Inilah Efek Negatifnya


1. Lecet dan Memar.

Saat gairah bercinta sedang tinggi-tingginya, benturan benda keras pada kepala atau bagian tubuh lainnya bisa saja terjadi, sehingga menimbulkan memar atau luka lecet. Karena pelepasan hormon oksitosin saat penetrasi seks, mungkin Anda dan pasangan tidak akan merasakan apapun. Tapi rasa sakit karena benturan tersebut baru akan terasa esok harinya setelah hubungan seks. Seperti bagian lutut, siku, punggung yang paling sering, dan bagian yang lainnya.


2. Sakit Otot dan Persendian.

Bercinta, merupakan salah satu bentuk lain dari aktivitas kardiovaskular. Sama seperti aktivitas aerobik, spinner. Kondisi ini mengakibatkan persendian menopang beban yang tidak biasa, sehingga pada posisi seks tertentu akan menimbulkan rasa sakit yang mengganggu. Efeknya akan lebih terasa jika seks maraton dilakukan dengan gaya misionaris. Pria yang posisinya berada di atas, harus menahan berat tubuhnya dengan tangan.Sementara pada wanita, akan mengalami kejang otot atau ketegangan pada bagian paha karena terlalu lama melebarkan kaki.


3. Lecet pada Organ Genital

Penetrasi seks yang terlalu lama saat seks akan menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan rasa sakit pada organ genital, dan biasanya banyak dialami wanita. Gesekan penis pada dinding vagina yang terlalu lama, akan membuat cairan lubrikasi berkurang dan bisa menyebabkan robekan kecil pada jaringan kulit di vagina.



Setelah beberapa jam sesi seks maraton, beberapa wanita mungkin mengalami infeksi saluran kencing akibat infeksi bakteri pada uretra mereka.


5. Kerusakan Urat Syaraf

Stimulasi yang terlalu kasar, lama dan langsung ke titik sasaran bisa menimbulkan efek berbahaya dan menyakitkan.


6. Serangan Jantung

Meskipun jarang terjadi, serangan jantung karena terlalu lama bercinta bisa saja terjadi.


7. Penis Bisa Patah.

Meskipun penis tidak bertulang, tetap saja bisa patah. Kasus penis patah ini biasa disebut fraktur penis. Masalah ini bisa terjadi saat pasangan melakukan hubungan seks yang kasar atau masturbasi dan making love terlalu bersemangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar